Tuna Kaleng

Tampilkan postingan dengan label stress. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stress. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 September 2018

Manfaat Napas Panjang bagi Kesehatan


Umumnya kita semua tidak pernah memperhatikan cara kita bernapas, karena hal tersebut sudah merupakan kegiatan sehari-hari secara refleks. Tapi umumnya napas kita pendek-pendek saja sehingga kurang baik untuk  kesehatan.

Napas panjang dan dalam seharusnya menjadi bagian dari hidup sehari-hari kita. Hal ini akan membantu berumur panjang, membuat lebih bahagia, lebih produktif dan lebih bersemangat. 

Napas yang benar seharusnya panjang, pelan, berirama dan lewat hidung. Sebagai tambahan, usahakan agar menggunakan napas perut dan bukan napas dada.

Napas yang panjang dan dalam semestinya 3-5 detik tarik napas dan 3-5 detik hembuskan napas. Napas panjang yang dilakukan selama 2-3 kali sehari masing-masing 10 menit akan memberikan pengaruh positif yang besar bagi kesehatan fisik dan mental. 
Dengan sedikit latihan, napas dalam bisa menjadi kebiasaan sehari-hari tanpa kita sadari.



Cara napas panjang:

  1. Berbaring dengan rileks di tempat yang nyaman
  2. Letakkan kedua tangan anda di atas perut (untuk merasakan napas perut) dan rileks-kan otot-otot tubuh anda.
  3. Tarik napas lewat hidung, kembangkan perut anda, penuhi paru-paru dengan udara. Hitung pelan-pelan saat tarik napas dari 1 sampai 3, ataupun bisa juga sampai 4 dan 5. 
  4. Tahan napas selama 3 hitungan
  5. Hembuskan napas pelan-pelan lewat mulut dan kosongkan paru-paru Anda. Hitung dari 1 sampai 3 (ataupun bisa juga sampai 4 dan 5) saat menghembuskan napas. Kendurkan dan lemaskan otot-otot tubuh Anda.
  6. Lanjutkan tarik dan hembuskan napas selama 5 sampai 10 menit.
  7. Lakukan latihan ini saat pagi dan juga saat malam sebelum tidur.
Kalau sudah terbiasa, latihan napas ini bisa juga dilakukan saat duduk istirahat kapan pun dan di mana pun. 

Manfaat latihan napas panjang dan dalam:
  1. Mengurangi stress
  2. Mengeluarkan racun-racun dari tubuh (detoksikasi)
  3. Meningkatkan fungsi paru-paru
  4. Membantu mengurangi berat badan
  5. Membantu kualitas tidur yang lebih baik
  6. Mengurangi tekanan darah tinggi
  7. Mengurangi rasa sakit
  8. Mengurangi mabuk kendaraan 
  9. Membantu memperbaiki pencernaan dan juga konstipasi (susah buang air besar)
  10. Membuat lebih energik dan penuh semangat
Sumber: www.top10homeremedies.com/news-facts/how-to-do-deep-breathing-and-its-advantages.html

Jumat, 31 Mei 2013

4 Kebiasaan Buruk Pemicu Diabetes - Tinggalkan Sebelum Terlambat


Makanan Serba Instan, Enak tapi Berbahaya
Di setiap artikel kesehatan, makanan instan selalu masuk ke dalam blacklist untuk tidak dikonsumsi. Bukannya diskriminatif, tapi memang benar ada alasannya kenapa itu harus dijauhi. 
Misalnya mie instan yang termasuk karbohidrat sederhana sehingga sangat mudah meningkatkan kadar gula dalam darah dan berefek akan cepat mudah merasa lapar kembali. Begitu juga dengan snack yang digoreng, yang banyak mengandung radikal bebas. Di samping itu, proses penggorengan membuat sel darah merah menggumpal dan membuat tubuh kesulitan untuk mendistribusikan sel darah merah yang mengandung nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh. Termasuk juga, burger dan hotdog, karena bahan dasar makanan tersebut, yaitu sosis dan burger patty, merupakan bahan makanan yang diawetkan. Nutrisionis Emilia Achmadi mengatakan bahwa ada harga yang harus dibayar ketika berani mengonsumsi makanan yang cepat diolah dan disantap ini. Jadi, mulailah bijak untuk memilih makanan mana yang enak tapi tak baik untuk tubuh, dan mana yang sehat. 


Lupa kapan terakhir kali berolahraga
Tubuh diciptakan Tuhan untuk bergerak dan mengeluarkan keringat. Dr. Phaidon L. Toruan, praktisi gaya hidup sehat, menegaskan hal ini dengan menekankan olahraga sebagai sebuah kebutuhan, bukan tuntutan. Apalagi dalam kaitannya dengan kadar gula darah, gula disimpan di dalam sel lemak, kemudian di dalam sel lemak tersebut gula diubah menjadi lemak. Bila gula terus dibiarkan menumpuk, maka sel lemak akan bertambah besar, banyak, dan membuat tubuh gemuk. Bukan hanya bentuk tubuh yang berubah, namun kontrol gula darah pun ikut berantakan. Karena, kemampuan sel-sel otot di tubuh untuk menyerap glukosa menjadi terganggu dan membuat kadar pembakaran glukosa untuk menjadi energi baru terhambat. Olahraga untuk kesehatan sebenarnya tak mewajibkan yang rumit dan berbiaya mahal. Dengan rutin jogging selama 45 menit dalam tiga kali seminggu saja, kamu sebenarnya sudah meningkatkan massa otot dan mengurangi lemak di pinggung, yang berefek pada membaiknya kadar gula dalam darah.

Hobi makan makanan manis
Hidangan pencuci mulut, cake yang bergulir bergantian, atau minuman bubble tea yang jadi perbincangan, adalah sebagian sumber gula yang berada di kehidupan sehari-hari. Sesekali mengonsumsinya, lalu diseimbangkan dengan mengurangi konsumsi karbohidrat serta makanan berbahan dasar tepung terigu, boleh-boleh saja. Namun, apa jadinya tubuh ini kalau kamu dengan liberal mengonsumsi makanan serta minuman manis tersebut, tapi tak melakukan apa-apa untuk menghindarkan dirimu dari diabetes? Perlu diketahui, bahwa gula, terutama gula putih atau gula pasir, adalah jenis pemanis yang sangat jahat karena sangat cepat meningkatkan kadar gula dalam darah. Semakin tinggi kadar gula, pankreas akan bekerja semakin keras untuk menghasilkan insulin, hormon penyeimbang kadar gula agar gula bisa dimasukkan ke dalam sel tubuh. Jika dalam sehari saja konsumsi gula yang harus distabilkan oleh pankreas sudah terhitung banyak, jangan terkejut kalau baru berusia 30 tahunan saja kamu sudah memiliki masalah dengan kadar gula karena organ tersebut bekerja terlalu keras selama ini dan produksi insulin yang menjadi “penawar” tak mencukupi kebutuhan. Mengerikan, bukan? Tapi, bukan berarti yang manis-manis tak bisa kamu nikmati lagi. Kamu hanya perlu mengganti pemanis yang biasanya dipilih dengan gula aren atau madu, karena kedua jenis pemanis tersebut diolah tubuh secara sederhana tanpa harus melibatkan kerja keras pankreas.

Stress…stress…stress
Istilah ini bukan kata asing lagi untuk siapa saja, apalagi bagi kamu yang menjalani multiperan sebagai istri, ibu, dan karyawati. Dianggap remeh, stress atau beban pikiran yang dibiarkan berlarut-larut, sebenarnya menimbulkan respons tubuh dengan memproduksi hormon stress, yaitu kortisol. Fungsi hormon ini adalah untuk memecah sumber energi  tubuh, otot, dan lemak, untuk diubah menjadi gula agar stress bisa teratasi. Nah, bisa disimpulkan dengan logika mudah, kalau semakin lama stress dibiarkan, maka akan semakin banyak kortisol diproduksi dan akhirnya menjadikan kadar gula meningkat. Solusi mengelola stress ada dua, yaitu psikis dan fisiologis. Secara psikis, stress yang sedang diderita dicari jalan pemecahannya dengan bantuan dari tenaga ahli atau kerabat dekat. Lalu, itu diimbangi secara fisiologis dengan berolahraga. Ketika berolahraga, tubuh yang bergerak lalu berkeringat itu akan membakar lemak, mengurangi beban tubuh, dan meningkatkan hormon endorphin yang berefek rileksasi dan mengurangi stress. Bisa dibilang, olahraga sebenarnya jadi obat untuk segala penyakit yang dilakukan oleh tubuhmu dan untuk kesehatanmu juga.

Sumber: Iera Sipahutar. Fimela.com 24 May 2013


Kamis, 05 Agustus 2010

Manfaat Pelukan



Ternyata pelukan yang merupakan aktivitas sederhana sangatlan bermanfaat.
Manfaat yang dapat kita peroleh:
  • Bisa menurunkan emosi
  • Menenangkan pikiran
  • Perasaan nyaman
Sentuhan fisik pelukan bisa merangsang keluarnya hormon endomorfin, hormon yang berperan menenangkan pikiran.

Menurut androlog dari RSUD dr Soetomo Surabaya, dr Dyan Pramensti SPAnd Mkes, pelukan merupakan salah satu bentuk sentuhan positif antara dua insan. Saat tubuh merasakan sentuhan, neurotransmitter di otak akan mengirimkan hormon endomorfin ke dalam aliran darah dengan jumlah yang cukup besar. Hormon tersebut mampu menurunkan ketegangan saraf dan tekanan darah.
Bahkan, pada dua orang yang tidak saling mengenal pun, pelukan tetap menghasilkan hormon endomorfin. Di beberapa negara seperti Jepang, ada yang menjadi sukarelawan untuk memeluk orang yang sedang stress.

Secara psikologis, mendapat pelukan juga bisa diartikan memperoleh dukungan. Hal tersebut bisa mendatangankan kekuatan bagi orang yang sedang sedih dan membuatnya lebih bahagia. Sebaliknya bagi orang yang memberikan pelukan, di sisi lain, aktifivitas sederhana tersebut bisa meningkatkan kepercayaan diri. Dengan memberikan pelukan, orang akan merasa dibutuhkan dan mampu memberikan empati.
Semakin sering seorang anak mendapat pelukan, makin sering dia mendapat perasaan nyaman. Hal tersebut membantu tumbuh kembang anak.

Cara pelukan yang bisa memberikan ketenangan, sebaiknya tidak dilakukan tergesa-gesa. Tatap mata pasangan hingga mendapat kepercayaan darinya. Kemudian peluklah secara total dengan menyentuhkan seluruh bagian tubuh yang memungkinkan. Tidak perlu lama-lama, karena produksi hormon endomorfin bisa bertahan beberapa waktu setelah pelukan dilepas.

Jadi, marilah kita mulai pelukan. Kalau ragu-ragu, mulailah dengan keluarga dulu.

Sumber: Jawapos, 3 Aug 2010

Kamis, 13 Mei 2010

Apakah Anda Depresi?


Dalam dua minggu terakhir apakah Anda mengalami:
  1. Perasaan yang sedih
  2. Kehilangan minat dan kesenangan
Jika jawaban Anda "YA" pada salah satu pertanyaan di atas, coba cek apakah Anda mengalami kondisi-kondisi berikut di bawah ini:


  • Sering merasa sedih atau murung
  • Kehilangan minat akan hal yang dahulu menyenangkan
  • Mengalami gangguan nafsu makan
  • Mengalami gangguan tidur
  • Merasa gelisah, tidak tenang, kesulitan untuk tetap diam
  • Mudah lelah atau kehabisan energi
  • Merasa diri Anda tidak berharga
  • Mengalami kesulitan berpikir atau berkonsentrasi
  • Berkeinginan untuk mati
Jika lebih dari lima pertanyaan di atas sesuai dengan kondisi Anda, maka Anda mungkin mengalami depresi. Segeralah periksakan diri Anda ke dokter.

Sumber: e-HCCP, Way of Life