Tuna Kaleng

Senin, 30 Juni 2014

Manfaat Minum Air di Pagi Hari Saat Perut Masih Kosong


Minum air di pagi hari segera setalah bangun tidur akhir-akhir ini telah menjadi kebiasaan populer di Jepang. Hal ini terbukti sangat baik bagi kesehatan, dan telah dibuktikan oleh kalangan medis di Jepang bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, seperti:
  • Sakit kepala
  • Sakit-sakit di badan
  • Sistem jantung
  • Arthritis (radang sendi)
  • Jantung berdegup kencang
  • Epilepsi
  • Kegemukan
  • Bronchitis
  • TBC (masih perlu verifikasi lebih lanjut)
  • Meningitis
  • Penyakit ginjal dan saluran kencing
  • Mual dan muntah
  • Gastritis (radang perut)
  • Diare
  • Ambeien
  • Diabetes
  • Sembelit
  • Sakit mata
  • Sakit kandungan
  • Kanker
  • Masalah menstruasi
  • Sakit THT

Metode pengobatan
  • Begitu bangun pagi di pagi hari sebelum gosok gigi, minum 4 x 160ml air (4 gelas)
  • Gosok gigi dan bersihkan mulut, tapi jangan makan ataupun minum selama 45 menit
  • Setelah 45 menit boleh makan dan minum normal
  • 15 menit setelah makan pagi, makan siang ataupun makan malam janganlah makan ataupun ngemil apapun selama 2 jam
  • Bagi mereka yang tidak bisa minum 4 gelas air, bisa melakukan secara bertahap sampai jadi 4 gelas air
  • Cara di atas akan mengobati penyakit dan juga menjaga kesehatan tubuh


Berikut adalah jangka waktu pengobatan yang diperlukan untuk proses penyembuhan beberapa penyakit:
  • Tekanan darah tinggu (30 hari)
  • Gastritis / Masalah lambung (10 hari)
  • Diabetes (30 hari)
  • Sembelit (10 hari)
  • Kanker (180 hari)
  • TBC (90 hari, masih perlu verifikasi lebih lanjut)

Catatan:
Pasien Arthritis (radang sendi) pada tahap awal haruslah mengikuti metoda ii selama 3 hari saja di minggu pertama. Baru kemudian di minggu berikutnya dilakukan secara rutin tiap hari.

Metoda ini tidak memiliki efek samping, tapi pada tahap awal kemungkinan besar akan jadi sering buang air kecil.
Sangatlah dianjurkan untuk tetap terus melakukan kegiatan ini secara rutin. Hal ini akan menjaga kesehatan dan tetap aktif serta bugar.

Sumber: Lifehack

Sabtu, 31 Mei 2014

Cara Mandi yang Benar


Saran cara mandi berikut terutama ditujukan bagi para senior yang sudah berumur paro baya ke atas. Hal ini karena untuk para senior, kondisi dan daya tahan tubuhnya sudah mulai berkurang jika dibandingkan saat masih muda. 
Hal ini sejalan dengan saran para para ahli kesehatan yang menganjurkan formula tiga kali setengah menit bagi orang-orang yang sudah berumur.

Jangan mandi langsung guyur ke kepala. 
Sering kejadian di Indonesia adanya orang yang meninggal waktu mandi dan diindikasikan terkena serangan stroke di kamar mandi akibat darah tinggi (hipertensi).
Hasil analisa para ahli dari beberapa universitas, menyimpulkan bahwa kepala manusia terdiri dari jutaan syaraf. Jika syaraf tersebut kaget baik akibat suhu panas maupun suhu dingin yang tiba-tiba, syaraf-syaraf tersebut akan mudah terpicu.

Maka jika kita mau mandi, lakukanlah seperti yang dilakukan nenek moyang kita zaman dulu. Mereka kalau mandi terlebih dahulu membasuh atau menyiram kedua tangannya. Dimulai tangan kanan kemudian kiri (memberikan rangsangan pada jantung), kemudian kedua kakinya, juga dimulai dari kaki kanan. Setelah itu mulai menyiram badannya dan terakhir baru kepalanya. Karena itulah orang dulu banyak yang berumur sampai 100 tahun dalam kondisi yang tetap sehat walafiat.


Kembali ke hasil analisa di atas, penyebab kematian di kamar mandi tidak hanya pada pengidap hipertensi yang terkena stroke. Orang sehat pun bisa, yaitu pada saat sedang di kamar mandi.  Hal tersebut karena langsung mengguyur kepalanya yang masih dalam keadaan panas dengan air dingin. Sehingga jaringan syaraf di kepala kaget dan rusak, dan dapat menyebabkan kematian di kamar mandi.  
Jadi korban yang terjatuh di kamar mandi tidak selalu pengidap hipertensi, namun dapat karena sistem syaraf pusat di daerah kepala kaget terkena air yang langsung disiram ke bagian kepala.  

Sumber: Milist Kesehatan

Rabu, 30 April 2014

Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari



Ternyata tidak banyak orang yang menyadari, minum air putih di pagi hari itu banyak manfaatnya. 
Bahkan, ada yang menyarankan agar langsung minum air putih setelah bangun tidur, tidak perlu kumur-kumur atau sikat gigi dulu. Hal ini karena air ludah di pagi hari tenyata memiliki unsur-unsur antibiotik yang berguna bagi kesehatan.

Berikut adalah manfaat minum air putih di pagi hari.

  1. Selalu tampil awet muda
  2. Peremajaan otot dan sel-sel darah
  3. Penyeimbang sistem getah bening
  4. Mengontrol berat badan tubuh
  5. Usus besar yang sehat
  6. Organ ginjal yang lebih sehat
  7. Memperlancar buang air besar
Sumber: Milist Kesehatan

Senin, 31 Maret 2014

The Miracle of Enzyme

Dr. Hiromi Shinya dan bukunya The Miracle of Enzyme


Tidak ada makhluk di dunia ini yang ketika sudah dewasa masih minum susu, kecuali manusia. Lihatlah sapi, kambing, kerbau, atau apa pun; begitu sudah tidak anak-anak lagi tidak akan minum susu. Mengapa manusia seperti menyalahi perilaku yang alami seperti itu?
Itu gara-gara pabrik susu yang terus meng­iklankan produknya, ujar Prof. Dr Hiromi Shinya, penulis buku yang sangat laris: The Miracle of Enzyme (Keajaiban Enzim) yang sudah terbit dalam bahasa Indonesia dengan judul yang sama. Padahal, katanya, susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk manusia. Manusia seharusnya hanya minum susu manusia. Sebagaimana anak sapi yang juga hanya minum susu sapi. Mana ada anak sapi minum susu manusia, katanya. 




Mengapa susu paling jelek untuk manusia? Bahkan, katanya, bisa menjadi penyebab osteoporosis? Jawabnya: karena susu itu benda cair sehingga ketika masuk mulut langsung mengalir ke kerongkongan. Tidak sempat berinteraksi dengan enzim yang diproduksi mulut kita.

Akibat tidak bercampur enzim, tugas usus semakin berat.


Begitu sampai di usus, susu tersebut langsung menggumpal dan sulit sekali dicerna. Untuk bisa mencernanya, tubuh terpaksa mengeluarkan cadangan enzim induk yang seharusnya lebih baik dihemat. Enzim induk itu mestinya untuk pertumbuhan tubuh, termasuk pertumbuhan tulang. Namun, karena enzim induk terlalu banyak dipakai untuk membantu mencerna susu, peminum susu akan lebih mudah terkena osteoporosis.

Profesor Hiromi tentu tidak hanya mencari sensasi. Dia ahli usus terkemuka di dunia. Dia­lah dokter pertama di dunia yang melakukan operasi polip dan tumor di usus tanpa harus membedah perut. Dia kini sudah berumur 70 tahun. Berarti dia sudah sangat berpengalaman menjalani praktik kedokteran. Dia sudah memeriksa keadaan usus bagian dalam lebih dari 300.000 manusia Amerika dan Jepang. Dia memang orang Amerika kelahiran Jepang yang selama kariernya sebagai dokter terus mondar-mandir di antara dua negara itu.
Setiap memeriksa usus pasiennya, Prof Hiromi sekalian melakukan penelitian. Yakni, untuk mengetahui kaitan wujud dalamnya usus dengan kebiasaan makan dan minum pasiennya. Dia menjadi hafal pasien yang ususnya berantakan pasti yang makan atau minumnya tidak bermutu. Dan, yang dia sebut tidak bermutu itu antara lain susu dan daging.


Dia melihat alangkah mengerikannya bentuk usus orang yang biasa makan dan minum
yang jelek: benjol-benjol, luka-luka, bi­sul-bisul, bercak-bercak hitam, dan menyempit di sana-sini seperti diikat dengan karet gelang. Jelek di situ berarti tidak memenuhi syarat yang diinginkan usus. Sedangkan usus orang yang makanannya sehat/baik, digambarkannya sangat bagus, bintik-bintik rata, kemerahan, dan segar.

Karena tugas usus adalah menyerap makanan, tugas itu tidak bisa dia lakukan kalau makanan yang masuk tidak memenuhi syarat si usus. Bukan saja ususnya kecapean, juga sari makanan yang diserap pun tidak banyak. Akibatnya, pertumbuhan sel-sel tubuh kurang baik, daya tahan tubuh sangat jelek, sel radikal bebas bermunculan, penyakit timbul, dan kulit cepat menua. Bahkan, makanan yang tidak berserat seperti da­ging, bisa menyisakan kotoran yang menempel di dinding usus: menjadi tinja stagnan yang kemudian membusuk dan menimbulkan penyakit lagi.



Karena itu, Prof Hiromi tidak merekomendasikan daging sebagai makanan. Dia hanya menganjurkan makan daging itu cukup 15% dari seluruh makanan yang masuk ke perut.
Dia mengambil contoh yang sangat menarik, meski di bagian ini saya rasa, keilmiahannya kurang bisa dipertanggungjawabkan. Misalnya, dia minta kita menyadari berapakah jumlah gigi taring kita, yang tugasnya mengoyak-ngoyak makanan seperti daging: hanya 15 persen dari seluruh gigi kita. Itu berarti bahwa alam hanya menyediakan infrastruktur untuk makan daging 15 persen dari seluruh makanan yang kita perlukan.

Dia juga menyebut contoh harimau yang hanya makan daging. Larinya memang kencang, tapi hanya untuk menit-menit awal. Ketika diajak lomba lari oleh mangsanya, harimau akan cepat kehabisan tenaga. Berbeda dengan kuda yang tidak makan daging. Ketahanan larinya lebih hebat.


Di samping pemilihan makanan, Prof Hiromi mempersoalkan cara makan. Makanan itu, kata­nya, harus dikunyah minimal 30 kali. Bahkan, untuk makanan yang agak keras harus sampai 70 kali. Bukan saja bisa lebih lembut, yang le­bih penting agar di mulut makanan bisa ber­cam­pur dengan enzim secara sempurna. Demikian juga kebiasaan minum setelah makan bukanlah kebiasaan yang baik. Minum itu, tulisnya, se­baiknya setengah jam sebelum makan. Agar air sudah sempat diserap usus lebih dulu.

Bagaimana kalau makanannya seret masuk tenggorokan?
Nah, ini dia, ketahuan. Berarti mengunyahnya kurang dari 30 kali! Dia juga menganjurkan agar setelah makan sebaiknya jangan tidur sebelum empat atau lima jam kemudian. Tidur itu, tulisnya, harus dalam keadaan perut kosong. Kalau semua teorinya diterapkan, orang bukan saja lebih sehat, tapi juga panjang umur, awet muda, dan tidak akan gembrot.
Yang paling mendasar dari teorinya adalah: setiap tubuh manusia sudah diberi "modal" oleh alam bernama enzim-induk dalam jumlah ter­tentu yang tersimpan di dalam lumbung enzim-induk. Enzim-induk ini setiap hari dikeluarkan dari lumbung-nya untuk diubah menjadi berbagai macam enzim sesuai keperluan hari itu. Semakin jelek kualitas makanan yang masuk ke perut, semakin boros menguras lumbung enzim-induk. Mati, menurut dia, adalah habisnya enzim di lumbung masing-masing.

Maka untuk bisa berumur panjang, awet muda, tidak pernah sakit, dan langsing haruslah menghemat enzim-induk itu. Bahkan, kalau bisa ditambah dengan cara selalu makan makanan segar. Ada yang menarik dalam hal makanan segar ini. Semua makanan (mentah maupun yang sudah dimasak) yang sudah lama terkena udara akan mengalami oksidasi. Dia memberi contoh besi yang kalau lama dibiarkan di udara terbuka mengalami karatan. Bahan makanan pun demikian.


Apalagi kalau makanan itu digoreng dengan minyak. Minyaknya sendiri sudah persoalan, apalagi kalau minyak itu sudah teroksidasi. Karena itu, kalau makan makanan yang digoreng saja sudah kurang baik, akan lebih parah kalau makanan itu sudah lama dibiarkan di udara terbuka. Minyak yang oksidasi, katanya, sangat bahaya bagi usus. Maksudnya, mengolah makanan seperti itu memerlukan enzim yang banyak. Apa saja makanan yang direkomendasikan? Sayur, biji-bijian, dan buah. Jangan terlalu banyak makan makanan yang berprotein. Protein yang melebihi keperluan tubuh ternyata tidak bisa disimpan. Protein itu harus dibuang. Mem­buangnya pun memerlukan kekuatan yang ujung-ujungnya juga berasal dari lumbung enzim. Untuk apa makan berlebih kalau untuk mengolah makanan itu harus menguras enzim dan untuk membuang kelebihannya juga harus menguras lumbung enzim. Prof Hiromi sendiri secara konsekuen menjalani prinsip hidup seperti itu dengan sungguh-sungguh. Hasilnya, umurnya sudah 70 ta­hun, tapi belum pernah sakit. Penampilannya seperti 15 tahun lebih muda. Tentu sesekali dia juga makan makanan yang di luar itu. Se­bab, sesekali saja tidak apa-apa. Menurunnya kualitas usus terjadi karena makanan "jelek" itu masuk ke dalamnya secara terus-menerus atau terlalu sering.

Terhadap pasiennya, Prof Hiromi juga menerapkan pengobatan seperti itu. Pasien-pa­sien penyakit usus, termasuk kanker usus, banyak dia selesaikan dengan pengobatan alamiah tersebut. Pasiennya yang sudah gawat dia minta mengikuti cara hidup sehat seperti itu dan hasilnya sangat memuaskan. Dokter, katanya, banyak melihat pasien hanya dari satu sisi di bidang sakitnya itu. Jarang dokter yang mau melihatnya melalui sistem tubuh secara keseluruhan. Dokter jantung hanya fokus ke jantung. Padahal, penyebab pokoknya bisa jadi justru di usus. Demikian juga dokter-dokter spesialis lain. Pendidikan dokter spesialislah yang menghancurkan ilmu kedokteran yang sesungguhnya. Yang menggembirakan dari buku Prof Hiromi ini adalah: orang itu harus makan makanan yang enak. Dengan makan enak, hatinya senang. Kalau hatinya sudah senang dan pikirannya gembira, terjadilah mekanisme dalam tubuh yang bisa membuat enzim-induk bertambah.

Article lain mengenai Dr. Hiromi Shinya dalam bukunya The Miracle of Enzym
Dalam buku tersebut dikatakan bahwa makanan dan keadaan saluran pencernaan (antara lain lambung dan usus) berhubungan dengan timbulnya tumor entah jinak atau ganas, dan lebih jauh lagi dapat berhubungan dengan semua penyakit baik yang sudah muncul mau pun yang masih dorman (belum muncul). Bagaimana hal tersebut dapat diterangkan?
Hiromi memaparkan bahwa seluruh tubuh dan fungsinya yang tak terhitung banyaknya dapat dipahami dengan sebuah kata kunci yaitu enzim. Makhluk hidup, entah manusia, hewan atau tumbuhan sekalipun tak akan dapat bertahan tanpa adanya enzim. Lebih dari 5000 jenis enzim vital diciptakan dalam sel-sel tubuh kita dan kita juga memproduksi enzim dengan menggunakan enzim yang terdapat di dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Bila kita kekurangan enzim tertentu atau yang lebih parah kehabisan enzim tertentu maka timbullah penyakit.

Sehingga secara umum, bila ingin menjaga kesehatan agar tidak terkena penyakit maka kita perlu memperhatikan apa, kapan dan bagaimana makanan dan minuman kita. Dan karena makanan dan minuman dapat digunakan oleh sel-sel tubuh kita setelah melewati organ pencernaan, maka penting sekali menjaga agar lambung dan usus kita selalu sehat (dari pengalamannya sebagai ahli endoskopi gastrointestinal, ia memperlajari bahwa bila sistem pencernaan seseorang bersih maka orang tersebut dapat melawan penyakit jenis apa pun dengan mudah, sebaliknya bila sistem pencernaan seseorang tidak bersih orang tersebut rentan menderita suatu penyakit)

Untuk singkatnya ada beberapa faktor yang harus dilakukan (atau dihindari) untuk menjaga agar karakteristik lambung dan usus tetap baik yang oleh Dr. Shinya disebut 7 kunci untuk hidup sehat :

1. Menu makanan yang baik, yaitu terdiri dari :


  1. 85-90% makanan nabati berupa biji-bijian, sayuran dan buah-buahan (yang paling baik adalah yang ditanam secara organik, karena bahan kimia hanya memboroskan energi dan enzim yang sebenarnya bisa dipakai untuk keperluan lain tubuh kita ).
  2. Sekitar 10-15% berupa protein, sumber paling baik adalah ikan kecil (karena ikan besar mengandung merkuri) dan konsumsi daging sapi atau domba harus dibatasi atau dihindari.
  3. Makanan dan bahan yang harus dihindari/dibatasi : teh hijau jepang, teh cina, kopi, makanan yang manis dan gula, nikotin, alkohol, cokelat, lemak dan minyak, garam
  4. Garam meja biasa (gunakan garam laut yang mengandung mineral).
  5. Cara makan yang baik adalah berhenti makan 4-5 jam sebelum tidur, mengunyah setiap suap 30-50 kali, makan buah atau minum jus 30-60 menit sebelum waktu makan dan konsumsilah lebih banyak makanan mentah atau dikukus sebentar (menggoreng sangat tidak dianjurkan).

2. Mengkonsumsi air yang baik yaitu air yang memiliki kekuatan reduksi yang
besar, yang belum terpolusi oleh zat-zat kimia.


  1. Orang dewasa sebaiknya minum 6-10 gelas setiap hari 
  2. Minum 1-3 gelas air setelah bangun tidur pagi hari 
  3. Minum 2-3 gelas air sekitar 1 jam sebelum setiap waktu makan 

3. Pembuangan yang teratur (jangan gunakan obat pencahar)

4. Olah raga secukupnya (olah raga berlebihan justru akan menghasilkan sejumlah radikal bebas yang besar). 

5. Istirahat yang cukup. 




  1. Pergi tidur pada waktu yang sama setiap malam dan dapatkan tidur 6-8 jam tanpa terputus 
  2. Lakukan tidur singkat setelah makan siang (sekitar 30 menit)

6. Pernapasan dan meditasi :

  1. Bermeditasi 
  2. Berpikiran positif 
  3. Kenakan pakaian longgar yang tidak menyesakkan napas 

7. Kebahagiaan dan cinta :

  1. Kebahagiaan dan cinta akan meningkatkan faktor enzim tubuh, terkadang bagai keajaiban 
  2. Luangkan waktu untuk sikap menghargai 
  3. Hidup penuh semangat dan hadapi hidup, pekerjaan dan orang-orang yang Anda cintai dengan sepenuh hati 


Sumber: Milist Kesehatan

Jumat, 28 Februari 2014

Sayuran Anti Kanker


Ternyata tanpa kita sadari, alam telah menyediakan bagi kita makanan alami untuk pencegah ataupun anti kanker. Kalau secara rutin kita mengkonsumsi makanan tersebut, semoga resiko kanker bisa diminimalisir.

Institut Pencegahan Kanker di China mengumumkan ranking sayuran anti kanker :

  1. Ubi jalar dimasak 98.7%
  2. Ubi jalar mentah. 94.4%
  3. Asparagus. 93.9 %
  4. Brokoli, 92.8%
  5. Kubis / cabbage. 91.4%
  6. Kembang kol. 90.8%
  7. Seledri. 83.7%
  8. Terong. 74.0%
  9. Paprica. 55.5%
  10. Wortel. 46.5%
  11. Golden cauliflower / kembang kol emas 37.6%
  12. Capsella / shepherd's purse 35,4%
  13. Kol / Kohlrabi. 34.7%
  14. Mustard. 32.9%
  15. Brassica juncea / sesawi india. 29.8%
  16. Tomat. 23.8%
Sumber: milist kesehatan




Rabu, 25 Desember 2013

Tetap Bugar Saat Pancaroba


Saat peralihan musim (pancaroba) datang, bermacam-macam penyakit pun turut datang menyerang. Yang paling sering adalah flu dan batuk. Hal tersebut sangat mungkin disebabkan menurunnya daya tahan tubuh yang disertai kondisi cuaca lingkungan yang tidak mendukung. Untuk itu, kita harus cermat dalam menghadapinya agar tak mudah sakit.

  1. Perbanyak waktu istirahat. Pastikan tidur 7-8 jam sehari.
  2. Konsumsi vitamin C sebanyak 400mg/hari. Konsumsi vitamin C di atas dosis tersebut tidak akan memberikan efek positif karena bakal dikeluarkan bersama urine.
  3. Lakukan olah raga ringan secara rutin. Olah raga ringan bisa membantu tubuh untuk meregulasikan semua fungsinya dengan baik.
  4. Hindari stress. Stres bisa mempengaruhi otak untuk memnhasilkan zat-zat yang kurang baik bagi tubuh dan mengakibatkan turunnya daya tahan tubuh.

Dengan menjalankan pola hidup sehat seperti di atas, diharapkan tunuh kita selalu sehat setiap saat dalam menghadapi aktivitas. Khususnya dalam masa pancaroba.

Sumber: Jawapos, 25 Des 2013
Penulis: Dila Muflikhy Putri (mahasiswa FK Universitas Diponegoro)

Kamis, 31 Oktober 2013

Awali Pagi Hari dengan Hal Positif


Pagi merupakan awal yang penting untuk memulai hari. Suasana yang terjadi saat pagi hari, bisa berdampak pada jam-jam berikutnya. Jika pagi kita berseri maka menjalani hari pun semakin bersemangat. Namun sebaliknya, awal hari yang buruk dapat membuat segalanya kacau.

Suasana di pagi hari sebenarnya dapat dikendalikan oleh diri sendiri. Anda dapat mengatur seperti apa pagi yang Anda inginkan. Seperti dilansir laman Womansday, berikut delapan kunci pembangkit semangat di pagi hari.

1. Lakukan hal yang disukai
Saat Anda bangun, ambilah waktu 30 detik untuk memikirkan hal yang menyenangkan. Lakukanlah hal tersebut saat pertama kali memulai hari. 

2. Makanan yang seimbang
Mulailah pagi hari dengan asupan gizi yang cukup, melliputi karbohidrat dan protein. Misalnya dengan menyantap bubur gandum, maupun roti panggang dengan selai kacang. Untuk meningkatkan suasana hati, kopi ataupun teh hitam juga disarankan.

3. Hirup udara segar
Sempatkan diri untuk berolahraga walau hanya beberapa menit. Para peneliti mengemukakan, suasana hati yang baik bisa diperoleh dari berolahraga sambil menghirup udara segar. Bahkan termasuk berjalan dan berkebun.

4. Dengarkan suara alam
Orang yang terkena depresi dapat pulih perlahan setelah mendengarkan suara air yang mengalir dan kicauan burung. Bukalah jendela dan dengarkan suara alam di pagi hari. Ponsel Anda pun dapat digunakan untuk memutar suara alam.

5. Minum cokelat panas
Menyeruput minuman yang mengandung flavonol kakao dapat meningkatkan suasana hati serta tingkat kewaspadaan.

6. Bayangkan hal positif
Walaupun hanya angan-angan, namun membayangkan hal positif akan meningkatkan energi yang serupa. Bayangkan tentang pekerjaan impian ataupun jodoh. Ini akan melahirkan suasana hati yang positif.

7. Senyum
Tersenyum adalah cara sederhana untuk mengubah suasana hati Anda, dan suasana hati orang di sekeliling Anda.

8. Mencium bau mint
Para ahli menemukan bahwa peppermint berkhasiat menyempurnakan suasana hati. Cobalah untuk menggunakan aromaterapi mint di dalam ruangan. Jadi ketika Anda bangun, suasana hati dapat terangkat oleh aroma tersebut.

Sumber: Milist ATI