Tuna Kaleng

Tampilkan postingan dengan label usia lanjut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label usia lanjut. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 April 2019

Lebih Baik Jongkok daripada Membungkuk untuk Mengambil Barang di Lantai


Lebih baik jongkok daripada membungkuk untuk mengambil barang di lantai.
Dengan semakin lanjutnya usia, kemampuan fisik manusia pun mengalami penurunan. Kita pun harus mulai hati-hati dan tahu diri atas kemampuan fisik kita. Jangan terlalu memaksakan diri.

Saat usia sudah di atas 50 tahun dan jarang berolah raga, sebaiknya jangan tiba-tiba berlari. Misalnya saat jalan-jalan di luar dan tiba-tiba hujan turun, kita secara otomatis akan lari menghindari hujan tersebut dan mencari tempat berteduh. Ternyata hal tersebut menyebabkan pemaksaan yang berlebihan untuk otot-otot kita. Banyak kasus terjadi salah urat (atau salah otot), sehingga besoknya selama beberapa hari kita akan kesulitan untuk berjalan lagi. 

Saat baru bangun tidur di pagi hari, sebaiknya jangan langsung buru-buru turun dari tempat tidur. Lebih baik kita tetap berbaring dulu selama kurang lebih 30 detik, kemudian dilanjutkan dengan duduk di tempat tidur selama kurang lebih 30 detik. Setelah itu berdiri dulu selama 30 detik. Baru kemudian bisa berjalan dan melakukan ritual pagi seperti biasa. Lakukan ritual 3 X 30 detik ini setiap hari untuk kebaikan kita.

Hal ini penting untuk memberikan waktu bagi aliran darah di tubuh kita agar beradaptasi dulu. Karena selama tidur aliran darah dan denyut jantung cenderung akan melambat dan rileks. Kalau tanpa penyesuaian dulu dan melakukan gerakan tiba-tiba untuk berdiri dan berjalan, bisa terjadi kekurangan aliran darah ke otak sehingga mengakibatkan pusing dan bisa terjatuh. 

Hal yang sama juga terjadi kalau orang yang berusia lanjut tiba-tiba membungkukkan badan untuk mengambil barang di lantai. Hal ini bisa mengakibatkan aliran darah yang tiba-tiba turun ke kepala (otak), sehingga bisa berakibat fatal. Bagi orang yang punya riwayat darah tinggi ataupun masalah jantung, gerakan membungkuk tiba-tiba ini bisa mengakibatkan Aortic dissection

Ada beberapa kejadian fatal akibat gerakan tiba-tiba membungkuk ini: 
Ketua Straits Exchange Foundation Taiwan Mr. Jiang Bing Kun meninggal akibat oleh Aortic dissection (pembuluh darah aorta robek). Waktu itu HP-nya jatuh di lantai, ketika dia bungkuk untuk mengambil HP-nya, tiba-tiba pingsan lalu meninggal.

Sumber: Milist Kesehatan

Baca juga:
Tiga Kali Setengah Menit dan Tiga Kali Setengah Jam
70 - 80% Kenyang
Cara Mandi yang Benar
Sayangi Jantung, Carilah Waktu Tidur pada Jam Kantor





Jumat, 19 Oktober 2018

Perlakukan Usia Senja Dengan Baik - PUISI



Novelis Tiong Hoa - Yang Jiang menuliskan puisi ini di usia 103 tahun. Beliau wafat usia 105, bulan Mei 2016:

Perlakukan Usia Senja Dengan Baik

Musim berganti, tak terasa kita memasuki usia senja

Sejak tangisan pertama waktu lahir ke dunia hingga rambut berubah putih, beban perjalanan hidup kita dipenuhi aneka pengalaman duka dan suka, pahit dan manis, naik dan turun. Selanjutnya, bagaimana kita bisa berbahagia di usia senja bergantung pada kondisi fisik dan mental kita.

Kebanggaan dan kekecewaan hidup sudah ada di belakang kita. Dan sekarang kita melanjutkan hidup keseharian dengan segala rutinitasnya...

Jika kita pernah memimpikan kemewahan hidup dunia, kini kita menyadari bahwa kehidupan terindah dan paling berbahagia adalah memiliki pikiran yang tenang dan hati yang tentram.

Tak perlu bingung menunggu kunjungan anak cucu. Mereka memiliki kehidupan pribadi yang harus diurus. Mereka seperti gasing yang tak berhenti berputar. Terjepit antara orang tua dan anak-anak. Yang tua seperti matahari senja, yang muda bak matahari pagi. Dan tentu saja yang muda lebih mendapatkan banyak perhatian. Itu sudah hukum alam. Itulah siklus perjuangan hidup anak manusia yang tak seorang pun bisa menyangkalnya. Ingatlah bahwa anak-anak kita selalu lebih sibuk daripada kita

Dalam hidup entah sebagai suami dan istri, atau orang tua dan anak. Entah harmonis dan intim atau tidak. Masing-masing unik dan memiliki hidupnya sendiri. Karena itu kita harus belajar mengatasi kesepian dengan menemukan cara menghibur dan menyemangati diri sendiri ketika merasa sendirian.


Dalam mencapai usia senja, kita memiliki harga diri dan kemurahan seperti siklus 4 musim. Masing-masing memiliki keindahan dan kebaikannya sendiri. Tersenyum dan nikmatilah tiap fase kehidupan...

Usia senja adalah awal fase hidup yang baik. Tenang, damai, tidak terburu-buru dan sukacita. Kita harus mempertahankan damai sejahtera, tidak terlalu menuntut, lebih legowo dan pemaaf. Jangan terlalu GR jika diperhatikan ataupun diacuhkan. Tetap tinggal atau berangkat pergi tidak masalah. Tetaplah tersenyum ketika menyambut hari yang baru dan berlakulah baik pada diri sendiri

Jujur dan tulus membuat persahabatan langgeng. Jangan mengharapkan balas budi atas apa yang diberikan pada orang lain. Membahagiakan orang adalah prestasi hidup yang besar bukan?

Sumber: Wikipedia
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Yang_Jiang
Suggested link:
https://kismawan.com/

Kamis, 23 Agustus 2018

Hati-hati, Lansia Jangan Banyak Minum Air putih



Minum air putih tampaknya adalah aktivitas yang biasa dan menyehatkan.
Sedari kecil, guru dan orang tua selalu mengajarkan untuk banyak minum air putih demi kesehatan tubuh.

Tapi terlalu banyak konsumsi air putih ternyata bisa membahayakan, khususnya bagi orang tua. "Kalau sehari minum 2-3 liter, bisa jatuh hingga patah kaki," ujar dokter spesialis ginjal dan hipertensi, Parlindungan Siregar, dalam konferensi pers acara Hari Ginjal Sedunia, 6 Maret.

Patah kaki mungkin tak apa-apa bagi anak muda, tapi untuk para lansia, patah tulang artinya akan cacat di sisa hidupnya. Sebab metabolisme dan pemulihan sakit pada manula terjadi sangat lambat.

Parlindungan Siregar menjelaskan bahwa minum air putih yang tampaknya sederhana bisa juga menjadi penyebab hilangnya kesadaran yang berujung jatuh tiba-tiba.

Prosesnya adalah penurunan kadar natrium. Pada orang yang berusia di atas 50-60 tahun biasanya mereka memiliki kadar natrium yang rendah dalam darah, atau dikenal dengan hiponatremia. Selain itu, fungsi ginjal mereka pun sudah turun. Akibatnya, air putih yang masuk ke tubuh semakin menurunkan kadar natrium dalam darah. Secara perlahan, turunnya kadar natrium ini menyebabkan kantuk sehingga manula bisa tiba-tiba terjatuh.

Parlindungan Siregar memiliki seorang pasien manula yang selalu diantarkan keluarga karena acap jatuh. Ketika diteliti, ternyata sang nenek memiliki penyakit ginjal dan sering diminta untuk minum air putih oleh keluarganya. "Saya minta untuk dikurangi, keluarganya protes, tapi setelah dijelaskan, mereka pun menjalankan perintah," ujar Parlindungan Siregar. Tak lama, ia pun jarang melihat perempuan 70 tahun tersebut dibawa ke rumah sakit karena terjatuh.
Menurut Parlindungan Siregar, untuk usia lanjut di atas 50 tahun, konsumsi air putih maksimal hanya 1,5 liter. Angka tersebut diperoleh dari hasil penelitiannya sendiri sekitar 4 tahun silam terhadap para penghuni panti wredha di Jakarta.


Lansia Tak Boleh Minum Air Lebih dari 1,5 Liter Sehari


Selama ini yang kita tahu tentang kebutuhan cairan tubuh sehari-hari adalah sebanyak dua liter air putih. Tapi, ternyata takaran ini tidak berlaku untuk semua orang, seperti lansia misalnya.
Dokter ahli penyakit dalam, Parlindungan Siregar, mengatakan pada orang yang sudah memiliki usia lanjut, tidak dianjurkan untuk minum air dua liter per hari.

"Untuk lansia maksimal 1,5 liter minimal 1 liter. Kalau terlalu banyak garamnya turun," ujar Parlindungan saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta,

Ia menjelaskan hal ini merupakan salah satu penyebab banyaknya lansia yang mengalami patah kaki karena natrium di darahnya menurun akibat minum terlalu banyak.

Kelebihan asupan cairan ternyata tidak hanya dialami oleh para lansia. Usia dewasa yang mengonsumsi air secara berlebih juga dapat mengalami gangguan kesehatan.

"Ada orang masuk emergency karena kejang-kejang. Ternyata garamnya rendah sekali. Ukuran normalnya 140, dia hanya 100. Ketika ditanya ternyata dia mengonsumsi air tiga liter bahkan sampai lima liter sehari."
Parlindungan juga menganjurkan, untuk orang dewasa di bawah 50 tahun, asupan cairan dua liter per hari sudah cukup. Tapi, jika aktivitasnya tinggi, asupan cairan harus ditambah lagi. "Kalau dia olahragawan kebutuhannya akan lebih banyak," ungkapnya.

 

Makin Tua, Makin Sedikit Anda Boleh Minum Air

Meskipun minum air putih terbukti ampuh mencegah penyakit seperti batu ginjal dan infeksi saluran kemih, tapi semakin bertambahnya usia sebaiknya Anda tidak terlalu banyak minum air putih.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Nefrologi Indonesia (Pernefri), dr. Dharmeizar, SpPD-KGH dari Divisi Ginjal-Hipertensi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSCM. Ia mengatakan, dengan bertambahnya usia, fungsi ginjal mulai menurun sehingga perlahan-lahan mulai muncul penyakit-penyakit yang memengaruhi ginjal. Dengan kinerja ginjal yang menurun, jika dibebankan dengan banyak minum air putih maka orang yang lanjut usia dapat lemas dan bisa terjatuh.


Sumber: Milist kesehatan