Tuna Kaleng

Tampilkan postingan dengan label memberi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label memberi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Maret 2020

Tiga Macam Obat Manjur untuk Sehat Selalu


Tiga macam obat yang manjur untuk selalu sehat. 

Ada seorang pria tua yang sangat kaya raya. Namun, walau berlimpah harta, ia terkena penyakit ganas yang tidak bisa diobati.
Merasa bahwa hidupnya sudah tidak lama lagi, ia merasa amat sangat takut.

Ia pun berkunjung ke seorang tabib yang terkenal.
Setelah mengecek denyut nadinya, tabib itu berkata, "Penyakit ini tidak ada obatnya, tapi ada satu cara. Sini saya kasih 3 macam resep. Kamu buka dan lakukan sesuai dengan apa yang ditulis di atas. Tapi kamu harus selesai 1 dulu baru kamu boleh buka yang lain."

Sepulangnya ke rumah, orang kaya itu membuka resep pertama. Resep itu bertuliskan, "Pergilah ke tepi pantai, baringlah selama 30 menit setiap hari berturut-turut selama 21 hari."

Orang kaya itu bingung, tapi ia tetap melakukannya sesuai pesan dokter itu. Setiap harinya ia pergi ke pantai dan berbaring di atas pasir, tapi nyatanya, ia berbaring sampai hampir 2 jam setiap hari. Ia tidak pernah merasa begitu nyaman dalam hidupnya karena biasanya ia sangat sibuk. Tiduran sambil mendengar suara angin, ombak dan suara burung berkicau benar-benar membuat hatinya terasa begitu damai.

Hari ke 22, ia membuka resep kedua. Di dalamnya bertuliskan, "Carilah 5 ekor ikan, udang, atau kerang di tepi pantai dan kembalikan mereka ke laut. Lakukan setiap hari berturut-turut selama 21 hari."

Ia berpikir, apa lagi ini, namun ia tetap melakukan sesuai dengan apa yang dituliskan. Siapa sangka, setiap kali ia melepas ikan dan udang tersebut ke laut, entah kenapa ia merasa hatinya tergerak.

Hari ke 43, ia membuka resep terakhir. Kali ini, resep tersebut bertuliskan, "Carilah sebatang ranting pohon dan tulis semua amarah dan kebencianmu di atas pasir." 
Baru saja ia selesai menulis satu amarahnya, ombak langsung datang dan menghapus tulisannya. Ia tulis lagi, ombak datang lagi dan menghapusnya. 
Satu per satu, seluruh amarah dan kebencian yang ia pendam, terhapus dan hilang dibawa laut. Tiba-tiba, air mata mengucur di pipinya.

Setelah kembali ke rumah, ia merasa seluruh badannya lega, terasa begitu ringan, seakan-akan semua bebannya sudah terangkat, hanya menyisakan hati yang tenang dan damai, bahkan ia sudah tidak takut mati.

Ternyata, jika manusia tidak tahu tentang 3 hal ini, maka selamanya ia akan sulit untuk bahagia:
  1. Istirahat
  2. Memberi
  3. Merelakan
Keserakahan adalah racun. Hasrat manusia tidak memiliki akhir. Setelah mendapat kestabilan, selanjutnya mengejar kenyamanan. Setelah mendapat kenyamanan, selanjutnya mengejar kemewahan. Selama keinginan manusia tidak berakhir, ia tidak akan pernah bahagia.


Bersyukur dan merasa puas akan mendatangkan kebahagiaan. Hargailah apa yang Anda miliki sekarang dan Anda akan menemukan bahwa Anda adalah orang terkaya di dunia

Sumber: Milist kesehatan


Sabtu, 15 Februari 2020

Efek Luar Biasa dari Memberi terhadap Kesehatan



Efek luar biasa dari memberi terhadap kebahagiaan dan kesehatan.

Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah.
Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima, karena ada keajaiban di balik "memberi", suatu rahasia yang hanya diketahui oleh orang-orang yang berjiwa besar.

Memberi itu menyehatkan...‎
Dr. Allan Kuts mengadakan penelitian yang melibatkan 3.000 sukarelawan. Dari penelitian tersebut dia mengambil kesimpulan, "Memberi dan menolong orang lain dapat mengurangi rasa sakit, mengurangi rasa stres, meningkatkan endorfin dan meningkatkan kesehatan."

Prof. David Mc Clelland juga menambahkan, ‎"Melakukan sesuatu yang positif terhadap orang lain akan dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, sebaliknya orang kikir cenderung terserang penyakit."

Mengapa demikian?
Karena orang kikir biasanya cinta uang, bila uangnya sedikit berkurang maka dia akan stress, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol yang akan mengurangi kekebalan tubuh.

Memberi dapat  ‎memperpanjang umur.
James Hous dalam risetnya menyimpulkan, ‎"Menolong orang lain secara sukarela meningkatkan kebugaran tubuh dan angka harapan hidup."

John D. Rockeffeler adalah salah satu orang terkaya di dunia yang tidak bahagia dan sulit tidur.
Dokter memvonis hidupnya tidak akan lama. Lalu Rockeffeler memutuskan mengubah hidupnya untuk menolong kaum miskin.

Apa yang terjadi?

Kesehatannya membaik dan berlawanan dengan perkiraan dokter. Ia hidup sampai umur 98 tahun, sebagai ahli filantropi dan dermawan yang terkenal. (Foto Rockefeller di usia lanjutnya ada di atas artikel ini).

Memberi mendatangkan kebahagiaan yang luar biasa...‎

Saat kita mengulurkan tangan untuk menolong sesama dan berbagi dengan kehidupan mereka, maka kita akan merasakan kebahagiaan yang mendalam dan merasakan hidup yang jauh lebih berarti.

Setiap orang yang suka memberi tidak pernah kekurangan, dia akan membaikkan orang lain, dirinya sendiri dan menyenangkan hati batinnya.

Jadilah insan yang suka memberi pertolongan tanpa pamrih, maka hidup kita akan berlimpah berkat tak terhingga, kasih tak berkesudahan, kebahagiaan tak terbatas dan sukacita sepanjang masa.



Sumber: Milist kesehatan