Tuna Kaleng

Tampilkan postingan dengan label sembuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sembuh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Maret 2020

Ping Shuai Gong (Senam Ayun Tangan) Bisa Menyembuhkan hampir Semua Penyakit



Ping Shuai Gong (senam ayun tangan) bisa menyembuhkan hampir semua penyakit.


Sewaktu saya kecil, penulis sering melihat nenek dari pihak ibu yang rajin berolah raga ringan selama kurang lebih 30 menit. Gerakan olah raga beliau cukup sederhana, hanya mengayun-ayunkan lengannya dari arah depan ke arah belakang secara berulang-ulang terus menerus. Beliau rajin melakukan hal tersebut tiap harinya. 
Menurut penulis kesehatan beliau sangatlah bagus, bahkan bisa dibilang lebih sehat daripada orang-orang yang relatif lebih muda darinya.

Tanpa penulis sadari ternyata gerakan olah raga yang dilakukan oleh neneknya merupakan satu bentuk gerakan yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Bahkan gerakan senam ayun tangan yang sering dilakukan tersebut sekarang ini jadi booming di mana-mana. Gerakan senam ayun tangan tersebut dikenal dengan nama Ping Shuai Gong (Phing Suai Kung).

Latihan Ping Shuai Gong ini jika dilakukan secara rutin bisa membantu meningkatkan kesehatan tubuh, baik untuk orang muda maupun orang-orang yang sudah berusia lanjut. 

Hal ini karena gerakan-gerakan yang dilakukan selain memperlancar aliran darah, juga dipercaya akan meningkatkan energi chi (qi) orang yang melakukannya. 
Latihan Ping Shuai Gong ini dipercaya bisa menyembuhkan hampir berbagai macam penyakit, mulai dari insomnia (susah tidur), konstipasi (sembelit), radang sendi, dan yang lainnya

Berbeda dengan olah raga yang mengandalkan gerakan fisik, yang mana semakin tua maka kemampuan orang akan semakin berkurang. Gerakan Ping Shuai Gong ini semakin tua akan meningkatkan energi chi orangnya. 
Dengan semakin bertambahnya energi chi, maka orang tersebut akan semakin sehat dan semakin bebas dari berbagai penyakit yang ada. Tanpa disadari biaya perawatan kesehatan pun akan semakin berkurang. 

Latihan Ping Shuai Gong sebaiknya dilakukan dua kali sehari, masing-masing selama 30 menit
Latihan ini pada sepuluh menit pertama akan mengaktifkan sirkulasi dasar yang utama. 
Pada sepuluh menit kedua akan mulai bekerja dalam organ dalam dan akan ada gelombang otak yang positif. 
Pada sepuluh menit ketiga beberapa penyakit tubuh yang selama ini tersembunyi akan mulai ketahuan dan diselaraskan serta penyakit lama tersebut akan mulai disembuhkan.  

Usahakan untuk melakukan latihan ini minimal 100 hari secara berturut-turut. Paling baik jika dilakukan saat pagi hari dan saat malam hari sebelum tidur. Lakukan latihan ini saat perut sudah kosong, paling tidak 30 menit setelah makan.

Gerakan Ping Shuai Gong termasuk sederhana, tapi sebenarnya sederhana ini yang paling sulit untuk tetap dilakukan secara konsisten setiap harinya. Yang penting adalah tetap melakukannya dengan rutin secara otomatis. 

Cara gerakan Ping Shuai Gong:
  1. Berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu
  2. Angkat kedua belah lengan ke depan dada setinggi bahu, dengan telapak tangan menghadap ke bawah
  3. Ayunkan kedua tangan ke belakang badan dan ayunkan balik ke depan badan lagi. Kedua kaki tetap berdiri tegak
  4. Lakukan ayunan berulang-ulang
  5. Pada ayunan kelima, ayunkan kedua tangan ke belakang sambil sedikit menekuk kedua lutut kaki saat lengan berada di samping badan. Saat lengan sudah di belakang badan, berdiri secara normal lagi. Dari belakang badan ayunkan kedua lengan ke depan lagi, dan saat ayunan lengan lewat di samping badan tekuk lagi kedua lutut kaki. Lanjutkan ayunan lengan sampai ke depan badan sambil menegakkan kedua kakinya lagi. Jadi gerakan kakinya seperti membal dua kali
  6. Ulang gerakan-gerakan di atas terus menerus dengan irama yang konstan, tidak semakin cepat ataupun semakin lambat. 
  7. Untuk pemula, cukup lakukan selama 10 menit dulu.
  8. Di hari berikutnya, waktunya bisa ditambah beberap menit (2-3 menit) per hari sampai nanti mencapai 30 menit. 
  9. Pada saat-saat awal bisa istirahat sebentar di menit ke-10 dan juga menit ke-20.
  10. Setelah lancar, usahakan agar melakukan gerakan ini selama 30 menit. Kalau lagi tidak ada waktu, minimal lakukan selama 20 menit.
  11. (Bagi yang tidak bisa berdiri, bisa melakukan Ping Shuai Gong in sambil duduk di atas bangku / kursi.

Dengan rutin melakukan gerakan ini, maka tubuh akan semakin sehat. Keluhan-keluhan penyakit yang ada akan semakin berkurang. 

Keterangan:
Video Youtube yang pertama menjelaskan gerakan dan Ping Shuai Gong oleh Shifu (Suhu) Lee Feng San dari Taiwan. Video ini juga dilengkapi teks terjemahan dalam berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia.
Kedua video yang lainnya merupakan panduan gerakan senam ayun tangan ini selama 30 menit. 

Selamat mencoba dan semoga sehat selalu. 





Sumber: dari berbagai sumber



Sabtu, 22 Desember 2018

Tiap Hari Kita Makan Sampah....??



Apa ada yg lebih penting dari SEHAT?

Pengalaman menarik yang diceritakan lewat medsos:
Sudah 2 minggu adik perempuan saya yang paling kecil uring-uringan, setelah konsultasi ke dr. Tan Shot Yen, dokter nyentrik yang gemar menghujat pasien pasiennya dengan kata sarkasme.
  • Dr Tan : Itu kenapa Badanmu, gendut begitu?
  • Pasien : Karena Pola makan yg salah , dok
  • Dr Tan : Udah tau salah kenapa tidak usaha diperbaiki ?
  • Pasien : Susah dok, saya sulit menolak setiap kali diajak makan sama teman .
  • Dr Tan : Temanmu suka kalo kamu gendut dan jelek dan mereka tidak peduli.
  • Dr Tan : Kamu tau kenapa perutmu makin membesar ?
  • Pasien : Banyak makan nasi, camilan, gorengan dll
  • Dr Tan : Karbohidrat itu untuk anak2 yang dalam masa pertumbuhan, bukan untuk orang dewasa seperti kamu, jangan heran badanmu melar ke samping. Kamu gak bakal mati sih, paling2 cuma stroke, terus kalo pembuluh darah jantungmu tersumbat, juga gak mati, karena dokter bisa pasang ring. Tapi hidupmu bakal menyusahkan banyak orang.
  • Pasien : Iya dok
  • Dr Tan : lihat tuh ukuran perutmu, itu bukti kongkrit, pola makanmu ngawur. Memasukan makanan cuma karena kamu suka bukan apa yang dibutuhkan perut.

Sepenggalan cerita yang sempat diceritakan adik saya, membuat saya terkagum-kagum, bagaimana dokter ini begitu peduli dengan pasiennya, sampai-sampai dia rela untuk dicap “jutek".

Adik saya dilarang makan karbohidrat, tidak bisa lagi makan nasi, tepung, kue kue gula… Gubrak, padahal cuma itu satu satunya kenikmatan hidup.

KENAPA SEKARANG MASYARAKAT KITA DIKELILINGI PENYAKIT?

Karena makan menjadi rekreasi. Lihat saja setiap kali ada perayaan apapun, pasti ada makanan di sana.  Dan setiap kali ada makanan enak, pasti diburu para penggila kuliner. Padahal tahukah kita 80% penyakit itu berasal dari makanan yang masuk ke perut. Kabar buruknya hampir semua makanan enak biasanya 90% tidak sehat… Nah lho kok bisa begitu. 
Karena makanan enak itu terlalu banyak penyedap rasa dan lidah kita dicekoki makanan enak dengan seribu rasa sampai akhirnya menjadi ketagihan.  Kecanduannya tak beda dengan perokok, obat-obat sedatif atau apapun yang membuat kita menjadi sulit melepaskan dengan alasan enak.

Lidah dan mulut  terus menuntut, semua yang masuk,  harus banyak penyedap rasa. Makanan dengan sedikit rasa akan kurang digubris.
Kalau ada yang bilang minuman juice kalengan itu sehat, itu pasti sesat. Berbagai makanan olahan mulai dari sosis, tepung Ikan, serbuk berserat dan lain-lain semuanya cuma bualan produsen dan iklan yang terus saja membodohi kita. Berbagai macam diet (Golongan darah, Keto, Detok dll) itu juga banyak yang ngawur karena ditelan begitu saja bulat-bulat. Perusahaan MLM ramai-ramai menjual pil sakti, berbagai penemuan alat yang bisa menyembunyikan semua sakit, tumbuh subur seperti kecambah di musin hujan.

Opor ayam yang dimasak berulang-ulang, akan membuat makanan semakin nikmat, begitu pula rendang yang dimasak berulang-ulang kaldunya akan semakin menggila. Padahal semuanya akan masuk menjadi rantai lemak jenuh yang nantinya akan membuat darahmu lebih kental, menyumbati pembuluh darah di jantung dan otak,..maka siap siap saja stoke, jantung koroner, kencing manis, fatty liver dll pasti akan datang… catat ya … pasti!!..

Tapi atas nama kemajuan teknologi orang akan berdalih, khan ada obat dan bisa pasang “ring" kalo jantung tersumbat. Itulah kenapa produsen makanan instan dan industri obat menjadi simbiosis mutualisme sampai kapan pun, ini cuma masalah supply and demand.

MAU SEHAT ITU PERLU PERJUANGAN KERAS

Saya suka sekali mengamati perilaku orang saat ke pesta, melihat bagaimana para orang-orang yang berusia lanjut dengan perut buncit menyikat semua makanan dengan membawa sepiring penuh berbagai rupa, Mereka seperti berebut makanan, sifat basik,  insting  takut kehabisan. Tanpa sadar sebetulnya mereka sedang memasukan banyak bangkai ke dalam perutnya dalam jumlah berlebih bukan sekedar mencicipi tapi menggilai, mereka berkompetisi untuk itu.

Tubuh diciptakan bukan dari simplicity of mind. Serbuan makanan instan, makanan lezat, makanan kaleng tak bisa lagi kita bendung. Kita seolah tak punya daya dicekoki iklan makanan instan yang katanya menyehatkan.
Tetapi sebetulnya tubuh punya hak untuk melakukan segala keruwetan atas alasan sehat. Tak bisa lagi atas alasan instan dan kepraktisan menjadikan tubuh diracuni dengan iming-iming rasa yang enak.

Orang yang memilih sehat akan melakukan perjuangan yg keras:
  1. Bagaimana lidah harus belajar menolak makanan enak yang kerap kali memperkosa mata untuk terus menatap. Perut tak bisa lagi disamakan dengan tembolok, tempat menyimpan semua bangkai binatang yang dilumuri berbagi penyedap.
  2. Kita harus berani menolak ajakan teman untuk menjadikan makan sebagai sarana rekreasi. Karena hakekat makan harusnya untuk sehat bukan cuma kenyang .
  3. Mulai memaksa perut untuk memusuhi karbohidrat (nasi,tepung dan makan olahan), karena semuanya akan jadi bahan penyakit, ini susahnya luar biasa.
  4. Memaksa tubuh untuk terus bergerak, berjalan, berlari bukan cuma diam dan duduk.
  5. Jangan lagi menyandarkan sehat kepada obat dan rumah sakit tapi ambil menjadi sebuah tanggung jawab pribadi. Ingat kita bukan bekerja keras untuk memperkaya rumah sakit dan dokter  

Kalau tidak ada keluhan bukan berarti anda sehat. Ingat mati itu bukan urusan kita, tapi sakit itu, kita yang buat. Tubuh  punya hak untuk sehat dan kewajiban kita untuk tidak terus memasukkan sampah ke dalam perut cuma  karena alasan enak.
Ingat sakit bukan juga soal pribadi, tapi anda akan banyak mereporkan orang sekitar. Itu egoisme yang akan anda perlihatkan kepada anak cucumu.

Sumber: Mailing list kesehatan
Recommende link: