Tuna Kaleng

Tampilkan postingan dengan label duduk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label duduk. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Februari 2020

Aktivitas Duduk-duduk Menyebabkan Pembuluh Darah Menyempit


Dengan hanya duduk 3 jam saja, ternyata pembuluh darah menyempit sampai 50%.
Tubuh manusia itu dari dulu desainnya adalah untuk bergerak dan beraktivitas. Baik untuk lari, jalan cepat ataupun jalan santai. Desain tubuh manusia tidak cocok hanya untuk dipakai berdiam diri saja, seperti duduk berjam-jam ataupun tiduran santai-santai. 

Tapi di jaman sekarang ini yang disebut jaman modern, makin lama makin banyak kegiatan yang lebih banyak duduknya, seperti kerjaan tulis menulis di kantor ataupun kerjaaan di depan komputer. 
Ternyata dari hasil penelitian duduk kelamaan bisa berakibat negatif bagi kita. Ketika duduk tubuh hanya membakar kalori sebesar 1 kkal/menit. Walaupun kita hanya duduk sekitar 3 jam saja, resiko bahaya pada pembuluh darah dalam tubuh bisa meningkat. Dengan 3 jam duduk saja, pembuluh darah menyempit sebesar 50% dan kemampuan insulin untuk menyeimbangkan kadar gula darah pun berkurang 50%

Sekarang ini mulai gencar kampanye yang menyamakan duduk terlalu lama sama bahayanya dengan merokok. Yaitu sama-sama memicu penyakit jantung dan diabetes. Selain itu duduk lama terus-menerus selama berhari-hari bisa meningkatkan kadar LDL (kolesterol jahat) dalam tubuh kita. Efek yang timbul dari terus-terusan duduk ini bisa membuat lemak jahat dalam tubuh menyumbat aliran darah di jantung. Akhir-akhir ini resiko penyakit jantung meningkat, salah satu penyebabnya adalah karena kurang gerak. 

Selain itu kalau kita jarang gerak, densitas massa tulang pun bisa semakin berkurang. Sebaliknya semakin sering digunakan untuk bergerak, massa tulang akan bisa bertambah. Penurunan massa tulang pada orang yang jarang gerak bisa sampai 1% per tahunnya. Hal ini akan meningkatkan resiko osteoporosis (keropos tulang).

Untuk itu mari mulai sekarang juga kita rajin gerak dan beraktivitas. Untuk pekerja di kantor, usahakan sering-sering jalan di sekitar meja kerja, ataupun naik turun tangga yang ada di kantor. Kalau perlu bisa buat alarm jam di komputer ataupun di jam tangan yang mengingatkan kita untuk bergerak dan jalan-jalan sebentar, minimal tiap jam sekali. Bahkan dalam perjalanan panjang baik naik kereta, bus ataupun pesawat, sangat dianjurkan untuk sesekali berdiri dari kursi dan melakukan gerakan ringan di tangan dan kaki. Ada beberapa kejadian kasus emboli paru (penyumbatan pembuluh darah paru) akibat perjalanan lama berjam-jam di pesawat. 


Penulis pernah lihat adanya pekerja kantor yang posisinya berdiri, bukan duduk. Meja kerjanya pun didesain posisinya jadi lebih tinggi, sehingga bisa dilakukan sambil berdiri. Ternyata hal tersebut dilakukan untuk menjaga kesehatan karyawan kantornya. 

Kamis, 15 November 2012

Duduk Kelamaan Bisa Membunuh Anda


Dari sejarah kehidupan manusia semua kegiatan yang dilakukannya, baik bertani atau berburu hewan, semuanya menggunakan kaki. 

Tapi dengan adanya televisi, komputer dan pekerjaan meja, kita jadi lebih banyak duduk jika dibandingkan dengan waktu zaman dulu. Kita duduk bisa sampai 9,3 jam sehari, malah lebih banyak dari waktu tidur kita sendiri (7,7 jam).

Desain tubuh kita sebenarnya tidak dibuat untuk duduk berlama-lama. 
Menurut laporan kesehatan ternyata resiko kematian akibat kebanyakan duduk bisa mencapai 40%. Duduk selama lebih dari enam jam sehari membuat Anda lebih cepat meninggal 40% dalam 15 tahun ke depan ketimbang orang yg duduknya kurang dari tiga jam sehari. 

Meskipun Anda rajin berolahraga, ternyata duduk menjadikan kita gemuk. Orang gemuk duduk 2,5 jam lebih lama per harinya daripada orang kurus. Di Amerika Serikat orang gendut meningkat dua kali lipat dari tahun 1980-2000. 
Duduk hampir tidak memerlukan banyak energi. Akibat duduk akan cepat terasa, tubuh langsung “meleleh” jika Anda mulai duduk. 

Bagaimana duduk merusak tubuh Anda? 
Ketika Anda duduk: 
a. Aktivitas listrik di tubuh Anda padam 
b. Pembakaran kalori tubuh berkurang 
c. Enzim-enzim pemecah lemak turun 90%. 

Setelah duduk 2 jam: kolesterol baik menurun 20%. Setelah 24 jam, efektivitas insulin turun 20% dan Anda mempunyai risiko terkena penyakit diabetes. 
Orang yang bekerjanya sambil duduk terus-terusan berisiko dua kali lipat menderita penyakit kardiovaskuler dibandingkan mereka yang kerjanya lebih banyak berdiri. 

Bagaimana cara menyelamatkan diri dari efek negatif duduk? Kita tidak bisa mengelak duduk selama 8 jam sehari di kantor, tapi duduk di luar itu yang harus dikurangi karena duduk inilah yang mematikan. 

Sebisanya lakukanlah olah raga ringan berikut: 
  1. Stretching / peregangan di sela-sela kegiatan kantor
  2. Berjalan dengan langkah tegap jika berjalan 
  3. Gunakan waktu di kantor untuk berjalan atau naik tangga, kurangi penggunaan lift di kantor

Hati-hatilah kalau menonton televisi terlalu lama: 
  • Orang yg duduk menonton televisi lebih dari 3 jam sehari, manfaat yang diperoleh dari olahraganya akan berkurang. 
  • Orang yang tiap harinya duduk menonton televisi 3 jam atau lebih akan meningkatkan risiko kematian sebanyak 11%.

Mulai sekarang kurangi duduk Anda yang di luar jam kerja. 

Sumber: Milist Info Sehat