Tuna Kaleng

Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Juni 2018

Sel-Sel Kanker Paling Takut dengan Rasa Cinta Kasih


Baru-baru ini ilmuwan USA, Professor David Hawkins, merilis hasil risetnya yang paling mutakhir yang menggemparkan, yaitu tentang manusia.

Bahwa ternyata: sel-sel kanker paling takut dengan rasa CINTA KASIH.


Penelitiannya juga menemukan bahwa banyak orang sakit karena kekurangan cinta kasih.

Professor David Hawkins adalah seorang dokter terkenal, dia telah mengobati banyak orang sakit dari berbagai belahan dunia. Begitu memeriksa seorang pasien, dia sudah tahu mengapa orang itu sakit. Karena di dalam tubuhnya tidak ditemukan sedikitpun cinta kasih dalam dirinya; yang ada hanya  penderitaan, keluhan dan deraian air mata yang menyelimuti seluruh tubuhnya.

Professor Hawkins mengatakan:
"Kebanyakan orang sakit karena di dalam dirinya tidak ada hati yang penuh cinta kasih yang tulus. Yang ada hanya kesedihan dan deraian air mata.
Getaran magnet kasih di bawah 200 Hertz menyebabkan seseorang mudah terserang penyakit."

David Hawkins mendapati bahwa kebanyakan orang sakit selau menggunakan pikiran negatif.

Jika frekuensi cinta kasih seseorang di atas 200 Hz maka dia tidak akan sakit.

Pikiran atau emosi negatif mana yang ada di bawah getaran 200 Hz?
Yaitu:

  • suka mengeluh
  • suka menyalahkan orang lain
  • dendam pada orang

Jika pikiran-pikiran itu yang menguasai pikiran seseorang berarti magnet cinta kasihnya hanya ada di sekitar 30-40 Hz saja. 

Proses tidak putus-putusnya menyalahkan orang lain telah menguras sebagian besar energi kehidupannya (Life force energy), sehingga frekuensi cinta kasihnya berada di bawah 200 Hz.
Orang- orang seperti itu sangat mudah mengidap berbagai jenis penyakit.

Frekuensi paling tinggi berada di angka 1000 dan yang paling rendah berada di angka 1.

Beliau mengatakan di dunia ini dia telah melihat orang yang mempunyai frekuensi positif di atas 700 Hz maka kekebalan tubuh dan vitalitasnya sangat tinggi.

Jika orang-orang seperti itu tampil di suatu tempat maka ia bisa mempengaruhi frekuensi positif di daerah itu.

Seorang yang berkebajikan tinggi, seperti misalnya tokoh yang mendapatkan penghargaan Nobel Perdamaian, yaitu Bunda Teresa, jika muncul di suatu tempat maka frekuensi di tempat itu pun menjadi positif dan sangat tinggi.

Semua orang yang hadir di tempat tersebut akan merasakan getaran cinta kasihnya yang sangat tinggi, semua orang merasa nyaman dan sangat tergugah di dekatnya.

Pada saat orang yang memiliki getaran Aura positif tampil di suatu tempat, maka dia akan menggerakkan semua orang, dan seluruh makhluk hidup yang ada di tempat itu menjadi nyaman dan merasa damai.

Namun pada saat orang  memiliki pikiran negatif muncul di suatu tempat, bukan saja akan mencelakai dirinya sendiri tetapi juga bisa menyebabkan aura positif ditempat tersebut memburuk dan berubah menjadi negatif pula.

Professor Hawkins telah melakukan berpuluh kali riset kasus dan penelitian pada orang-orang yang berbeda namun jawabannya serupa,  yaitu:

Kalau getaran cinta kasih frekuensinya berada di bawah  200 Hz maka orang itu pasti sakit.

Tapi jika berada di atas 200 Hz maka orang itu sehat. 

Mereka yang di dalam dirinya dipenuhi dengan hati yang welas asih, cinta kasih, suka beramal, gemar bersedekah, mudah memaafkan, lemah lembut, santun, terbukti frekuensi magnetiknya berada pada kisaran 400-500 Hz.

Sebaliknya, mereka yang suka membenci, emosional, menyalahkan orang lain, marah, dendam, iri hati, menuntut orang lain, egois dalam semua hal, hanya memikirkan kepentingan pribadi, tidak pernah memikirkan perasaan orang lain; orang-orang seperti itu mempunyai frekuensi magnetik yang paling rendah.
 

Hal inilah yang menjadi penyebab awal timbulnya penyakit kanker, sakit jantung dan penyakit kronis lainnya.

Hasil penelitian Professor Hawkins memberitahukan kepada kita dari sudut pandang medis bahwa pikiran itu sangat luar biasa pengaruhnya terhadap kesehatan dan penyakit seseorang.


Sumber: Milist kesehatan