Tuna Kaleng

Kamis, 30 April 2009

Pertolongan Pertama pada Serangan Jantung



Umpamanya saat sekarang jam 6 sore setelah Anda sibuk kerja seharian, Anda sedang dalam perjalanan pulang dengan mengedarai mobil sendirian.
Anda sangat tegang dan merasa tidak enak badan …
Tiba-tiba Anda merasa sangat nyeri di dada yang mulai menjalar ke lengan dan dagu.
Tetapi... jarak ke rumah sakit yang terdekat masih sangat jauh, lebih parahnya lagi Anda tidak tahu apakah dapat mempertahan sampai begitu jauh.
Harus bagaimana???
Saat sendirian, kena serangan jantung, bagaimana cara pertolongan pertamanya?
Seseorang ketika jantungnya tidak dapat berdenyut secara normal, serta merasa hampir pingsan, ia hanya punya waktu kira-kira 10 detik, setelah itu akan hilang kesadaran dan pingsan. Jika di sekitarnya tidak ada orang yang bisa memberi pertolongan pertama, penderita harus menggunakan 10 detik yang singkat ini dan berusaha menolong diri-sendiri.

Harus bagaimana???
Jawabannya:
Jangan panik, usahakan batuk terus dengan sekuat tenaga!

Setiap kali sebelum batuk, harus tarik nafas dalam-dalam.
Kemudian berbatuk dengan kuat-kuat, dalam-dalam dan panjang-panjang, seperti hendak mengeluarkan dahak yang berada dalam dada.
Setiap selang dua detik, harus tarik nafas sekali dan berbatuk sekali hingga pertolongan tiba, atau hingga merasa denyut jantung sudah normal, baru boleh istirahat.
Tujuan tarik nafas, untuk memasukan oksigen kedalam paru-paru. Tujuan batuk, untuk menekan jantung, agar aliran darah bersirkulasi. Menekan jantung juga dapat membantu denyut jantung kembali normal. Pertolongan dengan cara ini adalah agar penderita mempunyai kesempatan pergi ke rumah sakit.

Perlu dipahami jangan kira usia sekitar 25 atau 30 tahun tidak mungkin terkena serangan jantung. Akibat perubahan cara kehidupan masa kini, serangan jantung dapat saja menyerang semua level usia.

Sumber: Dari pelbagai sumber

Tidak ada komentar: