Tuna Kaleng

Kamis, 24 November 2022

Mandi Pagi Tidak Perlu Pakai Sabun

Mandi pagi tidak perlu pakai sabun.


Selama ini kita dari kecil selalu diajarkan mandi pakai sabun untuk membersihkan diri.
Baru-baru ini penulis mendapat saran dari seorang dokter, saran yang mengejutkan namun sangat menarik. Yaitu, untuk tidak sering-sering pakai sabun saat mandi apalagi kalau usia kita semakin berumur.

Semakin sering kita pakai sabun maka kulit kita bisa menjadi kering, karena "minyak pelembab" yang secara alami dihasilkan kulit kita untuk melembabkan akan tercuci oleh sabun dan terbuang.

Apalagi kalau kita sudah berusia paro baya ke atas, "minyak pelembab" yang dihasilkan pun menjadi semakin berkurang. Sudah tidak ada minyak alami ditambah dengan sering pakai sabun, jadinya kulit semakin kering.

Tapi kita khan dari kecil sudah terbiasa pakai sabun?  Jadi gak enak kalau mandi tidak pakai sabun.
Untuk ini, kita bisa ambil jalan tengahnya saja.
Misalnya jadwal mandi siang kita adalah di sore hari ataupun malam hari setelah pulang kerja. Saat itu kita boleh mandi pakai sabun untuk membersihkan kotoran ataupun kuman-kuman di kulit tubuh kita yang terpapar selama aktivitas kita. Nah setelah mandi sore / malam itu aktivitas kita biasanya relatif terbatas. Hanya makan malam, ngobrol bersama keluarga, kongkow sebentar dengan tetangga, baca-baca atau lihat medsos. Tidak lama kemudian sudah jam tidur. 

Jadinya setelah mandi sore / malam tersebut, tubuh kita tidak terlalu terpapar oleh kotoran ataupun kuman dibandingkan saat aktivitas dari pagi sampai sore.
Setelah bangun pagi, sebenarnya tubuh kita relatif masih bersih. Jadi tidak terlalu perlu lagi mandi pagi pakai sabun, cukup bilas dengan air biasa sambil sedikit digosok-gosok pakai tangan.

Hal ini sudah membersihkan tubuh kita dengan baik dan siap untuk aktivitas pagi, seperti berangkat kerja, sekolah, antar anak ataupun lainnya. Dengan cara ini minyak pelumas di kulit kita pun tidak terbuang percuma oleh sabun saat mandi pagi.
Kita tetap segar bugar, bersih, dan bisa berhemat biaya sabun.


Sumber: Quora



Senin, 22 Agustus 2022

Pengalaman Endoskopi (Gastroskopi dan Kolonoskopi)



Pengalaman Endoskopi (Gastroskopi dan Kolonoskopi).

Penulis merasakan selama sekitar 2 tahun ini, BAB (buang air besar)-nya ada masalah. Satu hari bisa BAB beberapa kali, sampai 5-6 kali. Biasanya BAB dimulai di pagi hari jam 3.00 dini hari, terbangun dari tidur karena ingin BAB. Setelah itu biasanya jam 4-an atau setelah makan pagi jam 5.30 suka ada keinginan BAB lagi. Kotoran BAB-nya juga cenderung lembek seperti bubur. Siang dan sore hari di tempat kerja, suka ke WC untuk BAB lagi. Dilanjut malam hari BAB lagi. BAB-nya sendiri yang di siang hari dan malam hari hanya sedikit sekali jumlah volume-nya, namun hal hal jadinya ini cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.


Awal tahun 2022 ini, penulis sempat konsultasi dengan dokter penyakit dalam. Dokter-nya minta diagnosa USG dan ngasih obat anti kembung dan juga obat berisi enzym pencernaan. Hasil USG-nya bagus dan tidak ada kelainan apapun. Setelah coba minum obat rekomendasi dokter selama beberapa bulan, kondisi BAB agak sedikit membaik, tapi  BAB-nya masih beberapa kali sehari.

Akhirnya di June 2022, saya konsul dengan dokter penyakit dalam lagi. Dokter-nya menganjurkan untuk dilakukan Endoskopi, baik untuk pengecekan saluran pencernaan atas (Gastroskopi) dan juga pengecekan saluran pencernaan bawah (Kolonoskopi). Endoskopsi ini berupa pemeriksaan kondisi saluran pencernaan dengan memakai kamera kecil yang dipasangkan di ujung kabel khusus yang dimasukkan ke dalam saluran pencernaan baik lewat mulut ataupun lewat lubang anus.
Di awal July 2022 saya pun menjalani endoskopi tersebut di sebuah rumah sakit swasta.
Pagi-pagi saya berangkat ke rumah sakit yang akan menjalankan endoskopi ini, karena selama pandemi ini perlu dilakukan konfirmasi dulu apakah kena Covid atau tidak. Dimulai dengan test antigen, foto X-ray Thorax (dada) dan juga test PCR. Selain itu ada test darah oleh laboratorium untuk pengecekan standar sebelum tindakan rumah sakit.
Rencananya Endoskopi-nya akan dilaksanakan besoknya di pagi hari. 

Untuk persiapan Endoskopi ini saya hanya diperbolehkan makan bubur kecap saja sejak jam 12.00 siang. Jam 15:00 saya diminta minum obat pencahar perut Phospo Soda 45ml, yang rasanya sangat tidak enak, seperti mau muntah. Tidak lama setelah minum pencahar perut tsb, saya mulai sering BAB. Jam 19.00 saya diminta minum pencahar perut Phospo Soda lagi dan diingatkan untuk banyak minum air, supaya bisa membilas kotoran di dalam usus halus. Saya diminta untuk lihat apakah kotoran BAB-nya sudah tinggal air saja atau tidak.
Seingat saya, saya hari itu BAB sampai 13 kali. Terakhir-akhir kotoran BAB-nya hanya berupa air saja yang warnanya masih agak kekuningan. Badan sampai agak lemes karena BAB terus, dan kulit anus terasa agak perih, kemungkinan ada lecet karena terus-terusan BAB.
Malamnya saya diminta untuk minum obat penenang ringan Esilgan supaya bisa tidur dan tidak gelisah saat endoskopi di keesokan harinya.

Keesokan harinya saya dibangunkan perawat sekitar jam 4.30, dan langsung diminta siap-siap dan badan saya diseka lap basah oleh perawat-nya. 
Jam 7.00 pagi saya sudah berada di ruang tindakan, di sana saya mendapat penjelasan mengenai tindakan endoskopi (Gastroskopi dan Kolonoskopi) oleh dokter penyakit dalam yang akan melaksanakan tindakan tersebut. Dokter juga memperlihatkan peralatan kamera di ujung kabel alat endoskopi tersebut. Gastroskopi dan Endoskopi masing-masing punya alat sendiri yang terpisah. Tidak lama kemudian dokter anestesi mulai tindakan anestesi di rongga mulut lewat alat semprotan dan mulai menyuntikan obat anestesi ke selang infus saya. Saya coba nunggu beberapa saat, kok masih tidak terasa ngantuk. 
Tiba-tiba saya dibangunkan di jam 9.00 oleh perawat di ruang pemulihan, katanya proses endoskopi-nya sudah selesai. Saya diminta untuk istirahat dulu sampai benar-benar bangun dan segar kembali.

Ternyata tanpa terasa saya jatuh tertidur tidak lama setelah dapat diberi obat anestesi sebelum tindakan endoskopi tadi. Proses Gastroskopi dan Kolonoskopi-nya sendiri berlangsung sekitar 45 menit. Perawat mencoba membangunkan saya beberapa kali setelah endoskopio tersebut, saya terbangun dari tidur anestesi tsb sekitar jam 9.00. Hasil endoskopi-nya sendiri bagus dan tidak ada kelainan. Tidak ada polip di lambung ataupun di usus besar. Jadinya kalau mau periksa endoskopi-nya lagi bisa sekitar 10 tahun lagi. Kalau selama endoskopi ditemukan ada polip, biasanya polip tersebut akan langsung dipotong dan diambil saat pemeriksaan endoskopi tersebut dengan alat tambahan khusus. Untuk polip yang diambil ini nantinya akan diperiksa laboratorium apakah mengandung potensi keganasan (kanker) atau tidak. 
Menurut info yang saya dapat, endoskopi ini telah menyelamatkan nyawa ribuan orang dari kemungkinan tumbuhnya kanker ke tingkat lanjut, karena biasanya bakal kanker tersebut yang berupa polip bisa diketahui dan diambil saat pemeriksaan endoskopi tersebut. Pemeriksaan endoskopi sangat dianjurkan untuk orang-orang yang sudah berusia di atas 50 tahun.

Setelah balik ke kamar lagi, saya diperbolehkan untuk makan normal lagi, tidak perlu makan bubur lagi. Siangnya dokter penyakit berkunjung ke kamar saya dan menjelaskan hasil pemeriksaan endoskopi saya. Katanya hasilnya bagus tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Untuk pemeriksaan berikutnya, bisa dilakukan test endoskopi sepuluh tahun lagi. Masalah sering BAB-nya tidak diketahui penyebabnya, kemungkinan bisa karena IBS (Irritable Bowel Syndrome) tipe diare. Karena semuanya normal, dokter-nya merekomendasikan minum tablet perbiotiik Rillus untuk mengatasi masalah BAB saya tersebut. Sore-nya saya pun boleh keluar dan pulang ke rumah. 

Setelah endoskopi ini, kondisi pencernaan saya terasa enakan. BAB nya pun umumnya hanya di pagi hari sekitar jam 4-an dan setelah makan makan pagi. Kotoran BAB-nya juga padat dan normal, warnanya juga normal. Jarang BAB di siang, sore ataupun malam hari lagi. Kadang di waktu-waktu tersebut ada keinginan seperti mau BAB, tapi tidak ada yang keluar. Kemungkinan ini karena kebiasaan secara psikologis saja, karena selama ini sering BAB di waktu-waktu tersebut.
Apakah BAB yang jadi normal ini karena saya minum prebiotik Rillus selama 1 bulan setelah endoskopi, ataukah karena saya sempat minum obat pencahar perut saat mau endoskopi tersebut, ataukah ada penyebab lainnya? Tapi yang pasti sekarang BAB-nya sudah kembali normal, tidak sering BAB lagi seperti sebelumnya.

Sumber: pengalaman pribadi



Artikel terkait:





Kamis, 28 Juli 2022

Apakah Betul Makan Nasi Sama Saja Artinya dengan Makan Gula?




Apakah Betul Makan Nasi Sama Saja Artinya dengan Makan Gula?

Persepsi ini tidak benar.

Persepsi ini suka digunakan agar orang mengurangi konsumsi nasi, karena dianggap kandungan karbohidrat-nya sama saja dengan gula pasir.

Persepsi ini kemungkinan karena analisa-nya dilakukan terhadap beras bukan nasi. Padahal orang-orang umumnya makan nasi, bukan beras.

Kandungan kalori:

100g Beras mentah: 

  • Karbohidrat: 70g
  • Kalori: 340 kalori

100g Nasi (matang) 

  • Karbohidrat: 25g
  • Kalori: 116 kalori
  • Kandungan air: 60-70% (dari proses pemasakan nasi)

Yang lebih penting lagi: 

Nasi mengandung: protein, dietary fiber (serat makanan), Vit B, mineral (kalsium, besi, kalium, fosfor).

Kandungan kalori nasi jauh lebih rendah dibandingkan dengan jumlah kalori gula. Umumnya orang yang makan nasi juga mengkombinasikan nasi tersebut dengan sayuran dan sumber protein sebagai lauk pauknya. Sehingga indeks glikemik nasi juga relatif rendah, dan tidak akan menyebabkan insulin spike (lonjakan kadar insulin) yang tinggi.


100g Gula pasir

  • Kalori: 380 kalori
  • Tidak ada kandungan nutrisi lain (hanya gula saja)

Gula Terdiri dari: 

  • 50% glukosa
  • 50% fruktosa

Tidak seperti glukosa, fruktosa tidak bisa langsung diserap oleh tubuh. Fruktosa ditimbun di hati sebagai lemak. 

Terlalu banyak lemak di hati bisa menjadi fatty liver, yang tidak baik kalau kebanyakan.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa di negara-negara yang mengkonsumsi nasi, seperti Jepang, China, Korea, Thailand, Vietnam dan Indonesia, tingkat obesitas masyarakat-nya relatif rendah dibandingkan misalnya dengan masyarakat di Amerika Serikat. Di sana masyarakatnya banyak yang suka menkonsumsi gula dalam berbagai makanan dan minuman, seperti minuman bersoda dll. 


Sumber: Quora

Artikel terkait:

Manfaat Luar Biasa Mengurangi Konsumsi Gula

Tidak Pernah Sakit Lagi

Gula Bisa Membuat Kecanduan?





Minggu, 20 Februari 2022

Nasatya Oil - Membantu Kesembuhan Orang yang Kena Stroke (3 - Lanjutan)




NASATYA OIL - MEMBANTU KESEMBUHAN ORANG YANG KENA STROKE (3 - Lanjutan)

Tulisan ini masih merupakan lanjutan tulisan sebelumnya.
Di artikel sebelumnya disampaikan bahwa mama mertua yang pernah kena serangan stroke beberapa kali, kondisinya secara perlahan membaik setelah mengkonsumsi Nasatya SuperVit dan juga Nasatya Super Power. Tapi tidak lama kemudian, konsumsi Nasatya dikurangi jadi yang Super Power saja, setelah terlihat cabang-cabang pembuluh darah kapiler berwarna merah di tangan dan kakinya. Ternyata hal tersebut akibat mama mertua yang sudah lama diam di tempat tidur mulai diterapi gerakan-gerakan badannya oleh terapis. Ternyata merahnya cabang-cabang pembuluh darah di tangan itu merupakan pembuluh darah kapiler yang pecah-pecah. Pecahnya pembuluh darah tersebut akibat pembuluh darah kapiler yang kaku dan tidak elastis akibat lama berdiam diri, tiba-tiba anggota badannya melakukan gerakan-gerakan kembali saat diterapi, sehingga ada pembuluh darah kapiler yang pecah-pecah. Menurut dokter, hal tersebut umum terjadi dan tidak terlalu membahayakan.

Setelah beberapa hari kemudian, cabang-cabang pembuluh darah yang berwarna merah tersebut semakin berkurang dan memudar. Setelah sekitar 2 mingguan, pembuluh darah yang pecah-pecah tersebut kembali normal. Tidak terlihat merah-merah lagi di lengan. 

Sejak mulai memudarnya merah-merah pembuluh darah di tangan tersebut, mama mertua kembali mengkonsumis Nasatya SuperVit dan Super Power dengan dosis seperti semula lagi. 
  • Pagi: 1 sendok teh Nasatya SuperVit
  • Siang: 1 sendok teh Nasatya SuperVit
  • Malam: 1 sendok teh Nasatya SuperPower

Kondisi mama mertua pelan-pelan mulai menunjukkan kemajuan. Sekarang mulai bisa duduk di kursi roda dan bisa berjemur sinar matahari pagi di halaman rumah lagi. 

Semoga kondisi mama mertua bisa terus membaik, tidak apa-apa pelan kemajuannya, asalkan kondisinya tetap terus semakin membaik. 


Sumber: Pengamatan kondisi mama mertua penulis

Artikel terkait:


Minggu, 30 Januari 2022

Nasatya Oil - Membantu Kesembuhan Orang yang Kena Stroke (2 - Lanjutan)

 


NASATYA OIL - MEMBANTU KESEMBUHAN ORANG YANG KENA STROKE (2 - Lanjutan)

Artikel in sebagai lanjutan dari artikel sebelumnya dengan topik yang sama.

Sebelumnya penulis sudah menceritakan, bahwa ibu mertua penulis yang kena serangan stroke sejak lama akhir-akhir ini kondisinya mengalami kemajuan yang menggembirakan. Badannya mulai bertenaga dan suaranya mulai lebih jelas terdengarnya.

Kemajuan tersebut tidak lama setelah kami mencobakan Nasatya Oil SuperVit dan SuperPower. Kemajuan kondisinya sangat terlihat walaupun belum terlalu lama mengkonsumsi Nasatya Oil tersebut.

Kami pun mulai memanggil terapis lagi untuk membantu terapi gerakan tubuhnya lagi. Selama terapi tersebut ibu mertua kelihatan bisa menjalaninya dengan baik dan juga bisa diajak ngobrol oleh terapis-nya.

Namun 2-3 hari setelah terapi, kami kaget karena di lengan kanan atasnya terlihat cabang-cabang pembuluh darah kecil yang merah warnanya. Hal yang sama juga ada di kaki di area tulang kering kanannya. Kami merasa khawatir dengan kondisi yang cukup mendadak tersebut. Kami pun memutuskan untuk menghentikan pemberian Nasatya Oil-nya, karena khawatir penyebabnya adalah dari Nasatya Oil ini. 

Saya coba menghubungi dan diskusi dengan Pak Nyoto (developer Nasatya) mengenai hal tersebut. Pak Nyoto langsung nanya apakah baru-baru ini banyak melakukan gerakan tangan dan kaki setelah sekian lama berbaring di tempat tidur. Kami pun mengiyakan hal tersebut.

Menurut Pak Nyoto hal ini sangat umum terjadi pada orang yang lama tidak ada aktivitas badan, kemudian tiba-tiba melakukan banyak gerakan tubuh. Penyebabnya ternyata kalau tubuh banyak diam dalam jangka waktu cukup lama (beberapa minggu/bulan), pembuluh darah kapiler-nya banyak yang menjadi kaku. Tidak elastis lagi. Nah, saat melakukan gerakan-gerakan lagi yang cukup intensif, pembuluh darah kapiler ada yang pecah-pecah. Tapi menurut beliau hal ini tidaklah membahayakan, selama pembuluh darah yang pecah-pecah tersebut tidak terlalu banyak menyebar ke mana-mana. Lama-lama warna merah akibat pecahnya pembuluh darah tersebut pun akan memudar dan hilang lagi.

Saran dari Pak Nyoto untuk sementara Nasatya Oil bisa dikurangi dulu, cukup konsumsi yang SuperPower dulu. Nanti kalau kondisnya sudah normal lagi, bisa diberikan lagi.

Tidak lama kemudian saat konsul rutin dengan dokter syaraf, kami pun menanyakan hal yang sama ke dokter syaraf tersebut. Jawabannya kurang lebih lama dengan penjelasan Pak Nyoto sebelumnya. Katanya, selama tidak ada bercak darah di kasur ataupun bantal, maka hal ini ini tidak perlu dikhawatirkan. Yang bahaya adalah kalau pecahnya pembuluh tersebut darahnya sampai keluar menembus kulit luar.

Kami pun lega mendengarkan penjelasan dari Pak Nyoto dan dokter syaraf tersebut.

Memang benar, setelah beberapa hari ternyata warna merah pembuluh darah di tangan dan kaki ibu mertua pun mulai memudar dan mendekati normal kembali.

Kami pun memutuskan untuk memberikan Nasatya Oil lagi setelah semua warna merah pembuluh darah tersebut hilang. Selain itu terapi gerakan pun akan terus rutin dilakukan agar pembuluh darahnya tetap elastis dan tidak menjadi kaku lagi.

Kami berharap dengan kembali mengkonsumi Nasatya Oil SuperVit dan SuperPower, kondisi ibu mertua bisa terus semakin membaik.

Sumber: Pengalaman pribadi

Artikel terkait:


Minggu, 23 Januari 2022

Nasatya Oil - Membantu Kesembuhan Orang yang Kena Stroke


NASATYA OIL - MEMBANTU KESEMBUHAN ORANG YANG KENA STROKE

Menurut artikel Alodokter, stroke adalah kondisi darurat medis, merupakan kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Tanpa darah, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada area otak yang terdampak akan segera mati. Matinya sel otak menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik. Penanganan yang cepat dapat meminimalkan tingkat kerusakan pada otak dan kemungkinan munculnya komplikasi. 

Dari testimoni di WA Group kesehatan, ada testimoni saudaranya yang kena stroke tenyata kondisinya ada kemajuan setelah diberi Nasatya Oil.

Ibu mertua penulis juga kena stroke sejak sekitar tahun 2005. Setelah itu beliau sempat terkena serangan stroke beberapa kali. Kondisi terakhir umumnya berbaring di tempat tidur, makan lewat sonde (selang) dan bicaranya lirih sekali dengan artikulasi yang kurang jelas.

Sekitar awal Desember 2021 saya coba tanyakan ke Pak Nyoto yang merupakan developer Nasatya dan survivor kanker dengan pengobatan herbal Nasatya-nya. 

Pak Nyoto menanyakan stroke ibu mertua saya karena pembuluh darah tersumbat atau pecah. Saya infokan karena pembuluh darah yang tersumbat dengan tensi darah yang lumayan tinggi. 

Pak Nyoto menyarankan agar konsumsi Nastya Healing Oil sbb:

  • Pagi: 1 sendok teh Nasatya SuperVit
  • Siang: 1 sendok teh Nasatya SuperVit
  • Malam: 1 sendok teh Nasatya SuperPower
  • Kadang-kadang teteskan 5 tetes Nasatya SuperPower di bawah lidah.
  • Untuk badannya bisa dibalurin dengan Nasatya Original.

Saya pun diskusikan dengan keluarga mengenai saran penggunaan Nasatya Healing Oil ini, tapi keluarga khawatir terjadi apa-apa setelah pakai Nastya Oil tsb. 

Akhirnya kami pun tidak mencobakan penggunaan Nasatya ini.

Setelah lewat sebulan, tepatnya tanggal 12 Januari 2022, akhirnya keluarga setuju untuk mencobakan Nasatya Oil ini. 

Kami pun memasukkan Nasatya Oil ini di campuran makanannya yang diblender untuk makanan lewat sonde. Jumlahnya di awal-awal dibatasi cuman masing-masing 5 tetes. Setelah beberapa hari jumlahnya ditingkatkan masing-masing jadi 10 tetes. Terkadang 5 tetes SuperPower diteteskan ke bawah lidahnya. Tapi untuk penggunaan baluran Original belum dilakukan.

Seminggu kemudian kami lihat ibu mertua ada kemajuan yang menggembirakan. Badannya kelihaan sudah lebih bertenaga dan juga suaranya lebih keras, tidak lirih lagi. Selain itu artikulasi suaranya juga lebih jelas terdengarnya. Sebelumnya selain bicaranya sangat lirih, ucapannya pun susah dimengerti. Sekarang suaranya sudah keras dan ucapannya pun jadi jelas dan mudah dimengerti.

Syukurlkah kondisi ibu mertua semakin sehat dan membaik. Semoga dengan bantuan Nasatya Healing Oil ini, kondisinya bisa semakin membaik. Bisa duduk di kursi roda lagi dan bisa makan tanpa perlu lewat sonde lagi.

Menurut Pak Nyoto, pengobatan dan penyembuhan stroke dengan Nasatya Oil biasanya memakan waktu cukup lama, bisa sampai 3 bulan atau lebih. Tapi tidak apa-apa walaupun lama proses-nya, yang penting kondisinya bisa pulih, sehat dan membaik kembali.

Terima kasih Nasatya Healing Oil.

Bagi rekan-rekan yang perlu info lebih lanjut mengenai manfaat penyembuhan Nasatya, pemakaian Nasatya ataupun kombinasi yang terbaik, bisa menuliskan pertanyaannya di link WhatsApp (WA) ini.

Sumber: WA kesehatan dan pengalaman serta diskusi penulis dengan Pak Nyoto

Artikel terkait:




Minggu, 16 Januari 2022

Nasatya Oil - Keluhan Gangguan Asam Urat Semakin Berkurang



NASATYA OIL -- KELUHAN GANGGUAN ASAM URAT SEMAKIN BERKURANG.

Gangguan penyakit asam urat bisa menyerang siapa saja, tapi umumnya adalah laki-laki yang usianya di atas 30 tahuan. Penyakit asam urat bisa dianggap sebagai penyakit akibat makan makanan yang enak-enak. Sebenarnya hal ini kurang tepat, karena makanan yang yang bisa menyebabkan penyakit asam urat adalah makanan yang kandungan purin-nya tinggi. Misalnya: daging merah, jeroan hewan, dan beberapa jenis hidangan laut (misalnya teri, sarden, kerang, atau tuna). Selain itu orang yang sering minum alkohol ataupun banyak mengkonsumsi makanan/minuman dengan kadar gula tinggi juga bisa terkena penyakit asam urat.

Gejala gangguan asam urat umumnya adalah persendian yang terasa sakit, misalnya lutut, pergelangan kaki, jari-jari kaki atau jari-jari tangan. Biasanya sendi tiba-tiba terasa sangat sakit dalam hitungan beberapa jam saja, sehingga mengakibatkan kesulitan kesulitan untuk berjalan, khususnya saat malam hari. Rasa sakit bisa juga disertai dengan pembengkakan, rasa panas dan muncul warna kemerahan pada kulit sendi. Nyeri sendi ini bisa berlangung 3 sampai 10 hari.

Kadar asam urat normal pada laki-laki adalah antara 4.0 - 8.5 mg/dL, sedangkan untuk perempuan adalah antara 2.5 - 7.5 ml/dL. Tapi untuk orang yang sering merasakan nyeri sendi, sebaiknya kadar asam uratnya diusahakan di bawah 6.0 ml/dL. Pengecekan asam urat ini dilkukan dengan melakukan asam urat dalam darah. 

Seseorang dengan penyakit asam urat sebaiknya agar hati-hati dan selalu menjaga kadar asam urat-nya, karena kalau dibiarkan bisa merembet jadi masalah jantung ataupun masalah ginjal. Hal ini akibat kristal dari asam urat yang menghambat proses aliran darah ke jantung. Selain itu saat asam urat menumpuk, lama-lama akan terbentuk batu ginjal. Jika hal ini terus dibiarkan, penumpukan batu ini dapat mengganggu fungsi ginjal dan akhirnya menyebabkan gagal ginjal. Sangat dianjurkan orang dengan penyakit asam urat ini agar konsultasi dengan dokter.

Untuk mengatasi masalah penyakit asam urat ini, Nasatya Healing Oil bisa membantu meringankan penyakit ini.

  • Nasatya Balance → minum Nasatya Balance di pagi hari sebanyak 1 sendok teh.
  • Nasatya Power Herbal → minum Nasatya Power Balance di malam hari sebanyak 1 sendok teh.
Dengan rutin minum Nasatya Balance dan Power Herbal di atas, pelan-pelan akan membaik dari penyakit asam urat ini. 
Info ini diperoleh dari testimoni hasil pengobatan dengan Nasatya Oil.

Catatan:
Untuk di awal-awal, minumnya bisa kurang dari sendok teh dulu. Cukup 5 tetes dulu. Pelan-pelan bisa ditingkatkan sampai 15 tetes atau bisa juga sampai 1 sendok teh.
Power Herbal juga membantu untuk tidur dalam (nyenyak, deep sleep) sehingga paginya saat bangun, badan akan terasa segar bugar.


Sumber: WA Group Kesehatan (testimoni)

Artikel terkait: